Kelanjutan Pembangunan Pasar Anom Terkendala Zonasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) PENAMBAHAN FASILITAS: Pasar Anom masih dinilai membutuhkan tambahan-tambahan sehingga harus dibangun lagi.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Rencana penambahan fasilitas lahan untuk pedagang di Pasar Anom Sumenep tidak kunjung rampung. Sebab, sampai saat ini penambahan fasilitas masih menimbulkan polemik hingga pasar tersebut tak kunjung dikerjakan.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi menyampaikan, sebelum diajukan lelang pekerjaan, tentu ada beberapa tahapan yang wajib dilalui. Maka dari itu pihaknya saat ini masih mempersiapkan sejumlah dokumen pasar.

“Kan asalnya harus dirampungkan dulu. Mulai penataan pasar dan itu sudah rampung. Kemarin sempat dilelang tapi gagal,” kata dia, Senin (13/9/2021).

Sehingga kelanjutan pembangunan pasar itu harus ditender ulang. Sehingga hari ini belum ada hasil. Selain itu, belum ada kepastian untuk pekerjaan pasar tersebut.

Menurut Ardi pembangunan yang dianggarkan sebesar Rp2,6 miliar itu pengerjaannya bertahap. Sebab, anggaran yang ada tentu tidak cukup, sehingga pembangunan harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada.

Ardi melanjutkan, anggaran tahun 2021 pasar terbesar di ujung timur Pulau Madura itu harus kembali dianggarkan. Sebab, tahapan tahun ini pihaknya masih belum bisa merumuskan akan dibentuk seperti apa.

“Belum ada hasil lelangnya, kemarin sempat gagal karena tidak memenuhi syarat. Salah satunya karena persoalan harga,” imbuhnya.

Masih menurut Ardi, salah satu yang menjadi kendala lanjutan pembangunan pasar yakni harus membentuk zonasi. Menurutnya, lanjut dia, minimal ada lima zonasi yang sudah dibentuk, di antaranya pedagang ecer, pangan kering, pangan basah, pangan siap saji, dan zonasi non pangan. Jika zonasi itu sudah terbentuk maka proses lelang bisa dimulai.

“Zona kering misalnya, seperti biji-bijian kayak tukang jual kopi akan dikumpulkan atau dikelompokkan dengan pedagang sejenisnya,” tukasnya.

Reporter: Moh. Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *