Kelanjutan Pengerjaan Pelabuhan Gili Iyang di Kabupaten Sumenep Tunggu Hasil Tender Ulang Tahun Ini

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) LALAI: Proyek Dermaga di Gili Iyang, Kabupaten Sumenep masih belum dikerjakan, setelah sempat ambruk sebelum pengerjaan selesai.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Menjelang akhir tahun 2020, progres pengerjaan kelanjutan pelabuhan Gili Iyang masih tahapan tender ulang. Sehingga, untuk kelanjutan pengerjaannya masih menunggu hasil tender. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, Selasa (08/12/2020).

Menurutnya, Dermaga Gili Iyang sudah dikerjakan. Namun, karena ambruk sebelum difungsikan maka, memutus kontrak rekanan yakni, PT. Kolam Intan. Rencananya, memang ditender ulang pada tahun 2020, dengan target pengerjaan di tahun 2020. “Jika tendernya tidak selesai tahun ini, maka pengerjaan pada tahun 2021,” paparnya.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, sebelumnya proyek tersebut memang direncanakan dikerjakan pada tahun 2021. Namun, karena ada beberapa pertimbangan akan ditender ulang tahun 2020, hingga akhir tahun pengerjaan selesai. “ Siapapun pemenangnya, maka dia yang layak mengerjakan,” ucapnya.

Proyek tersebut dianggarkan senilai Rp17 miliar. Saat ini yang terbayar kepada rekanan PT. Kolam Intan sudah 45 persen,  sekitar Rp8 miliar dengan pengerjaan 75 persen. Sedangkan sisa anggaran,  akan diberikan kepada pemenang lelang baru, saat ini masih proses tender. “Insyaallah minggu depan sudah terlelang dan akhir tahun diusahakan selesai,” ujarnya.

Diketahui, pelabuhan Gili Iyang diproyeksikan menjadi pelabuhan berstandar Nasional, yang nantinya juga akan menjadi akses menuju Pulau Wisata Oksigen. Harapannya, pelabuhannya juga diusahakan mengacu pada standar yang ditentukan.

Selain itu, akan dibangun penyeberangan khusus hewan. Selama ini, sapi yang akan diangkut biasanya berenang sebelum naik ke kapal. “Pelabuhan Gili Iyang memang sangat berpotensi. Makanya, saat ini terus diusahakan selesai. Agar cepat digunakan masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Sumenep Akhmad Zainur Rakhman mengatakan, Dishub harus bertanggungjawab atas tender ulang yang saat ini masih proses tender . Tujuannya, agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Rekanan yang sempat mengerjakan, sebisa mungkin tidak dilibatkan lagi dalam proses tender selanjutnya,” responnya.  (imd/ito)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *