Kelas Ibu Hamil Terkendala Anggaran

  • Whatsapp
KM: Misbahul Munir-KURANG MAKSIMAL: Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil kurang maksimal dilaksanakan karena tidak ada anggaran khusus untuk itu.

Kabarmadura.id/SUMENEP – Pendidikan ibu hamil bagi masyarakat Sumenep cukup dinanti-nanti. Namun, selama ini program tersebut belum terlaksana dengan baik karena terkendala anggaran.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, A. Fatoni mebenarkan tidak ada anggaran khusus untuk pendidikan ibu-ibu hamil, sehingga pihaknya menginginkan kepala desa se-Kabupaten Sumenep dapat mengerti dengan persoalan pendidikan ibu hamil.

“Kelas ibu hamil itu memang wajib dilaksanakan di tiap-tiap posyandu di tiap bulannya, tetapi kami tidak ada anggaran khusus untuk itu,” paparnya.

Berdasar pada fakta di lapangan, pihaknya menjelaskan bahwa fungsi kelas ibu hamil untuk memberikan pemahaman tentang seluk beluk kehamilan bagi ibu yang sedang hamil. Tetapi selama ini masih banyak yang menggunakan dukun peranak desa dan masih mempercayainya.

“Kita kewalahan kalau dihadapkan dengan masyarakat yang masih banyak menggunakan dukun yang sepenuhnya tidak bisa dipertangungjawabkan secara medis,” paparnya.

Selama 2019, di Kabupaten Sumenep sudah terdata sebanyak 5 orang yang meninggal setelah kelahiran.

“Dari 5 orang yang meninggal akibat pendarahan ini anaknya masih tertolong,” ujarnya.

Rata-rata yang meninggal adalah para ibu yang tidak melalui proses medis sejak kehamilan hingga melahirkan. Dari 5 orang yang meninggal, 4 orang meninggal di Surabaya dan 1 orang di RSUD Moh. Anwar Sumenep.

“Yang meninggal itu melaporkan ke petugas medis ketika sudah melahirkan tanpa ada pemeriksaan sebelumnya, atau yang meninggal itu baru mengurus kondisi kehamilan ketika sudah mau melahirkan. Mestinya kan tidak demikian,” ujar Fatoni.

“Kalau ibu-ibu sudah ketahuan hamil itu mestinya sudah mendata ke puskesmas, sehingga nantinya pada usia 6-7 itu ada bidan yang menanyakan administrasi seperti BPJS, KIS. Jadi banyi tiga bulan sebelum melahirkan itu sudah didaftarkan,” ungkapnya. (mun/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *