Kelompok Nelayan Permata Biru Adakan Pertemuan Rutin untuk Hadapi Dampak Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) BERHARAP: Kelompok nelayan Permata Biru ingin kebijakan pemerintah tidak terlalu mengekang.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Para nelayan kapal kecil Kampung Ju’lanteng Kelurahan Banyuanyar Sampang yang tergabung di kelompok Permata Biru mengadakan pertemuan untuk mensolidkan para anggota. Pertemuan tersebut dilakukan satu bulan sekali.

Selain itu, pertemuan tersebut untuk menyikapi beberapa informasi terkait pembatasan pasar-pasar akibat wabah Covid-19.

Bacaan Lainnya

Ketua kelompok nelayan Permata Biru Sampang Abdul Waris menyampaikan, adanya pembatasan operasi pasar sementara dampaknya tidak begitu signifikan. Sebab, kebijakan itu baru diterapkan. Namun, menurutnya, semenjak adanya wabah Covid-19 pendapatan para nelayan dari hasil tangkap ikan tidak seperti biasanya.

Ia menyampaikan, selain karena faktor ekonomi, masyarakat yang mulai terdampak, banyak pedagang yang tidak intens melakukan jualan di pasar. Hal itu dikarenakan jumlah pembeli semakin sedikit. Selain itu, adanya informasi terbaru tentang pembatasan jam operasi pasar-pasar yang ada di Sampang.

“Dampaknya dari dulu, tapi kemarin mulai kembali stabil. Dan baru-baru ini ada informasi tentang vaksinasi, swab antigen dan ada pembatasan jam buka pasar. Jadi, jika ini diterapkan dengan waktu yang lama, jelas berdampak. Karena, pedagang ada yang jarang jualan, dan ada yang berhenti sementara,” tuturnya, Minggu (4/7/21).

Ia menambahkan, dampak pada pedagang juga akan berdampak pada nelayan. Untuk menyiasati hal itu, ada sebagian nelayan yang menyetor hasil tangkapannya ke gudang besar.

Namun, jika nanti gudang besar tidak bisa melakukan pembelian, semua nelayan akan kebingungan.

“Jika gudang besar masih membeli ikan dari nelayan, baik nelayan kecil maupun nelayan besar, semuanya akan aman-aman saja. Karena, kami juga memahami dengan kondisi Covid-19 ini,” imbuhnya.

Kendati demikian, jumlah anggota nelayan dari kapal kecil yang tergabung di kelompok Permata Biru kurang lebih ada 15 orang, dan semuanya aktif.

“Saya harap pemerintah jangan terlalu mengekang, dengan berbagai kebijakan yang menimbulkan ketakutan banyak orang. Karena, nantinya bukan hanya berdampak pada nelayan, tetapi semuanya,” pungkasnya. (mal/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *