Keluarga Korban Penembakan di Arena Sabung Ayam Kecewa, Polisi Sulit Tangkap Pelaku

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Warga Desa Dabung, Kecamatan Geger, atau keluarga korban penembakan di arena sabung ayam di Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis, pada 12 Oktober 2022 lalu kecewa dan menilai kinerja Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan lambat.

 

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Sebab, kasus penembakan yang terjadi itu, tidak kunjung terungkap. Terlebih, penembakan itu menewaskan korbannya, Monnus.

 

Keluarga korban melalui kuasa hukumnya, Qomaruddin, mengatakan, penembakan terhadap Monnus terjadi di tempat umum, seharusnya tidak sulit untuk mengungkap dan meminta keterangan dari saksi di lokasi.

 

Banyaknya saksi di tempat kejadian perkara (TKP), seharusnya, imbuh Qomaruddin, bisa memudahkan pengungkapan. Bahkan, dari kasus ini, informasinya sudah ada 21 saksi yang diperiksa oleh penyidik Polres Bangkalan.

 

“Sudah sebulan kurang 2 hari penembakan yang menewaskan keluarga klien kami terjadi, tapi belum ada tanda-tanda pengungkapan pelakunya. Padahal kejadiannya di tempat umum, banyak saksi yang bisa dimintai keterangan. Kecuali terjadi di tengah hutan dan kondisinya gelap, mungkin agak menyulitkan,” ungkapnya pada Kabar Madura (10/11/2022).

Baca Juga:  Terhambat Laporan, Disdik Sumenep Tahan Gaji Guru Program Wajib Diniyah

 

Qomaruddin mengaku sudah mengirimkan surat pada penyidik. Surat itu berisi peremintaaan hasil keterangan saksi dan hasil laboratorium forensik (labfor) dari barang bukti proyektil senjata yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa keluarga kliennya.

 

“Ini sudah terlu lama, sudah tidak seperti kasus penembakan lainnya. Kami tetap mengharap agar penyidik segera mengungkap pelakunya, supaya tidak menimbulkan kecurigaan dari masyarakat dan klien kami. Kami yakin mereka bekerja profesional,” imbuh Qomaruddin.

 

Kendati begitu, dia enggan menanggapi adanya isu bahwa dalam kasus penembakan di arena sabung ayam ada main mata antara pelaku dengan polisi. Sebab, selaku kuasa hukum, Qomaruddin menilai, tidak elok jika menanggapi isu tanpa bukti jelas.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Tunggu Inisiatif Pemkab Buat Regulasi Cagar Budaya

 

“Kami tidak tahu soal itu. Intinya, kami yakin mereka bekerja profesional, kami pun sebagai orang hukum ingin kasus ini berjalan sesuai produk hukum,” ujar dia menanggapi dugaan terjadinya pengkondisian.

 

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono menjelaskan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Dia memastikan bahwa keluarga korban akan mendapatkan keterangan hasil perkembangan perkara.

 

“Masih penyelidikan. Rekonstruksi nanti setelah pelakunya ditangkap. Selebihnya langsung ke penyidik reskrim,” jelasnya.

 

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Bangkit Danajaya justru enggan menanggapi saat dikonfirmasi. Kabar Madura mencoba mengirim pesan melalui aplikasi chating, namun hanya dibaca tanpa menanggapi. Saat dihubungi via telepon juga enggan mengangkat.

 

Reporter: Fathurrohman

 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *