Keluarga Marjan Butuh Bantuan Biaya Pengobatan Anak dan Istrinya

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) LEMAS: Ibu dan anak terbaring lemas akibat sakit yang dideritanya selama beberapa bulan terakhir

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Horribeh, (50) dan Maimunah (18) anak kandungnya, warga Dusun Glisgis, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, sudah sakit selama beberapa bulan. Keduanya tidak kunjung sembuh dan tidak berobat ke dokter akibat kekurangan biaya.

FATHOR RAHMAN, SAMPANG

Bacaan Lainnya

Kondisi memperihatinkan ketika kru Kabar Madura tiba di rumah Marjan (55), ayah kandung Maimunah dan suami dari Horribeh. Di rumah itu terlihat sepi. Di dalam ternyata ada dua orang yang terbaring lemas. Mereka adalah istri dan anak kedua Marjan.

Kondisinya lemas dan tidak berdaya. Mereka tidur di lantai. Karena di dalam rumah dengan satu kamar berukuran 3×3 meter dan tidak terlihat ranjang. Kondisi Horribeh perutnya membesar. Sesekali dia mengelus perutnya dengan botol berisi air hangat. Sementara Maimunah  berbaring lemas. Keduanya sudah sakit selama beberapa bulan terakhir.

“Belum pernah ke rumah sakit. Karena memang tidak punya biaya. Baik anak saya maupun istri saya,” ungkap Marjan, Rabu (20/01/2021)

Selama ini, mereka belum dibawa ke rumah sakit. Bahkan ke dokter pun juga baru dua hari lalu. Sedangkan kondisi keduanya cukup mengkhawatirkan. Horribeh sering mengalami sakit perut luar biasa. Saat ini, perutnya terlihat membesar. Bahkan, selama tiga bulan hampir tidak bisa makan.

Sementara Maimunah baru saja di diagnosa oleh Puskesmas setempat. Dia diketahui mengalami penyakit anemis akut. Kondisi kekurangan darah dalam tubuhnya sudah tidak normal. “Selama ini kami beli darah. Tapi untuk sekarang sudah tidak mampu. Apalagi kalau ke rumah sakit kami takut diklaim sakit corona (Covid-19 red),” ungkap Marjan.

Terpisah, Nur Agustin, salah satu tetangga mengaku baru mengetahui kondisi Horribeh dan Maimunah. Perempuan yang berprofesi sebagai perawat di Desa Jrenguan itu, melakukan tindakan pertolongan pertama. “Saya cek kondisinya dan langsung konsultasi ke dokter. Setelah dapat ijin saya infus keduanya,” ucapnya.

Diungkapkan, kondisi kedua orang yang sakit sudah cukup parah. Horribeh kritis, sementara Maimunah juga sangat kekurangan darah dan membahayakan nyawanya. “Dari hasil cek darah, seusia dia (Maimuna red), darahnya sangat minim dan itu bahaya. Saya sempat meminta pihak keluarga untuk dibawa ke rumah sakit. Tapi pihak keluarga menolak,” tukasnya. (*/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *