Keluhkan Lambannya Pembuatan SKCK di Polsek Kedungdung

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) PELAYANAN: Lambannya pelayanan pembuatan SKCK Dikeluhkan masyarakat.

Kabarmadura.id/Sampang/KEDUNGDUNG-Pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polsek Kedungdung dikeluhkan oleh masyarakat sekitar. Surat untuk keterangan yang sebagian besar dibuat melamar kerja itu dikeluhkan karena prosesnya dinilai lamban. Bahkan masyarakat sampai menunggu lebih dari tiga hari.

Moh. Tambri warga Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, mengeluhkan lambannya pembuatan SKCK. Pasalnya, surat keterangan yang direncanakan sebagai lampiran untuk melamar pekerjaan itu tidak bisa langsung jadi di hari pembuatan. Alasannya kepala polsek  yang menandatangani SKCK tidak ada, sehingga harus menunggu sampai lebih dari tiga hari.

Bacaan Lainnya

“petugas di polsek itu meminta untuk datang keesokannya namun, tetap tidak selesai, sehingga harus menunggu sampai empat hari SKCK itu jadi. Saya buat SKCK itu tanggal 5 Agustus. Saya datang kesana setiap hari tetapi tetap tidak jadi. Baru jadi hari sabtu, itupun masih minta tolong ke orang lain,” ungkapnya, Minggu (9/8/2020).

Ditambahkan, karena lambannya pelayanan pembuatan SKCK itu, ia mengaku terpaksa harus berangkat ke Surabaya meski SKCK itu belum jadi. Sebab ia mengaku sudah lelah karena selalu bolak balik ke kantor polsek.

“SKCK itu tidak gratis, yakni haru bayar Rp30 ribu, dan  seharusnya sama-sama merasa nyaman. Biar masyarakat juga merasa puas jika pelayannya maksimal. Pelayanan itu harus diperbaiki,” keluhnya. 

Sementara itu, Kapolsek Kedungdung, Ikhbal Gunawan saat dikonfirmasi berulang kali tidak bisa, tetapi saat didatangi ke kantornya tidak ada, hanya saja ada petugas yang tidak disebutkan namanya menuturkan, pembuatan SKCK ini harus ditandatangani langsung oleh kapolsek, namun dalam beberapa minggu terakhir kapolsek sering menyampaikan jika sibuk dengan rapat, bahkan kadang sehari tiga kali rapat.

Selain itu, jam kerja kapolsek ini tidak bisa ditentukan. Jadi pengajuan pembuatan SKCK untuk ditandatangani harus menunggu kedatangan kapolsek.

“Kapolsek sibuk rapat mas, apalagi dengan adanya Covid-19, terkadang kesini itu hanya ngabsen, kemudian keluar lagi untuk rapat,” tuturnya.

Bahkan, saat ditanya adakah yang bisa mewakili untuk tanda tangan jika kapolsek tidak ada, petugas tersebut menjawab tidak ada. Sebab, dari awal sudah memang tugas kapolsek untuk mengisi tanda tangan itu.

Selain itu ia mengaku tidak ada kebijakan yang bisa mewakilkan tanda tangan kapolsek. Sebab, tidak ada aturan dari Kapolres Sampang terkait hal tersebut selaku pimpinan di bidang kepolisian di bumi bahari ini.

“Tidak bisa diwakilkan mas, sebab belum ada aturan dari Kapolres Sampang, jadi kalau mau buat SKCK itu dari jauh-jauh hari, takut terjadi seperti ini lagi,” cetusnya.

Ditambahkan, hingga saat ini pengajuan SKCK untuk ditandatangani oleh kapolsek itu masih banyak yang ada di meja kapolsek.

“Saking sibuknya kapolsek, dari pengajuan SKCK di mejanya itu hingga saat ini belum ditandatangani,” pungkasnya. (mal)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *