Kelulusan Siswa SMA Sederajat Tidak Mencapai 100 Persen

  • Whatsapp
(Foto: KM/Razin) TERTIB: Ujian Nasional pada salah satu SMK di Sumenep.

Kabarmadura.id/Sumenep-Informasi kelulusan untuk siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat sudah diumumkan pada Sabtu (2/5/2020) kemarin.

Kacabdin Sumenep Syamsul Arifin menyampaikan, dari 147 lembaga SMA sederajat baik negeri maupun swasta, masih terdapat siswa yang dinyatakan tidak lulus.

Bacaan Lainnya

Ia merinci, jumlah siswa kelas akhir SMA Negeri se-Sumenep mencapai 2.303 siswa. Namun yang lulus 2.302 dan tidak lulus 1 orang. Jumlah siswa SMA Swasta 2.402 orang, yang lulus 2.376 orang dan tidak lulus 26.
Adapun jumlah siswa kelas akhir SMK Negeri sebanyak 710 orang dan yang lulus 708, yang tidak lulus 2 orang. Sementara jumlah siswa SMK Swasta sebanyak 1.111 siswa yang lulus 1.096 dan tidak lulus 15 siswa.

Secara persentase, Kepala Sekolah SMAN 1 Sumenep itu merinci, tingkat kelulusan SMK Negeri mencapai 99,72 persen, yang tidak lulus 0,28 persen; SMK Swasta 98,72 persen, yang tidak lulus 1,28 persen; SMA Negeri peserta lulus 99,66 persen yang tidak lulus 0,44 persen, dan terakhir SMA Negeri 98,92 persen dinyatakan lulus dan yang tidak lulus 1,08 persen.

Adapun alasan ketidaklulusan bermacam-macam, mulai dari berhenti sekolah, tidak mengikuti ujian sekolah, ikut orang tua, menikah, maupun mendapatkan sanksi kedisiplinan.

“Ada yang dinikahkan sama orangtuanya, kebetulan dia cewek, ada pula yang tidak ikut ujian. Ketika saya tanyakan, jawabannya tidak jelas. Sementara sekolah sendiri diberikan kebebasan juga untuk tidak meluluskan siswa-siswinya,” imbuhnya.
Adapun tentang teknis pengumuman, sepenuhnya dipasrahkan kepada sekolah masing-masing.

“Kalau pengumuman saya pasrahkan ke lembaga masing-masing. Namun, agar tidak ada konvoi, maka saya perintahkan paling awal pukul 14:00 baru bisa diinformasikan. Teknisnya, biar sekolah yang mengatur, karena saat ini tidak diperkenankan berkumpul, akibat Covid-19,” katanya, Selasa (5/5/2020).

Sementara itu Wakil Ketua Komisi lV DPRD Sumenep Siti Hosna menyampaikan, sudah saatnya Kota Keris ini meratakan prestasi antara negeri dan swasta. Artinya seluruh sekolah minimal ada target prestasi akademik maupun nonakademik.

“Sehingga setelah lulus mudah mendapatkan akses masuk ke sekolah yang lebih tinggi, yaitu perguruan tinggi,” paparnya. (ara/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *