Kemenag Bakal Survey Tanah Wakaf Tak Bersertifikat

  • Bagikan
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MENJELASKAN: Kasi Penyelenggara Syariah Kemenag Bangkalan Sulaiman saat memberikan komentar di Kantor Kemenag Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Tanah wakaf yang memiliki sertifikat masih minim. Hal itu berdasarkan catatan dari Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan, yakni dari 650 tanah wakaf, masih sekitar 40 persen yang sudah resmi bersertifikat.

Kasi Penyelenggara Syariah Kemenag Bangkalan Sulaiman menyampaikan, jumlah tanah wakaf masih banyak yang belum sertifikat. Sehingga untuk memastikan itu, pihaknya akan melakukan survey dan pendataan agar nantinya diketahui pasti jumlah tanah yang bersertifikat maupun sebaliknya.

”Kami akan lakukan survey, agar segera diketahui jumlah banyaknya tanah wakaf yang bersertifikat,” ulasnya.

Rencana survey juga diperkirakan masih terbatas. Kemungkinan hanya pada 230 bidang tanah yang datanya sudah tercatat. Sehingga perlu dilakukan survey untuk memastikan keberadaan dan status tanah tersebut. ”Kami survey dulu, karena kami merupakan instansi pusatnya, jika sesuai, maka dilanjut pengurusan sertifikatnya,” tuturnya.

Sulaiman juga mengaku masih dalam tahap perencanaan perancangan teknis survey. Sebab, ada petunjuk dari Kemenag pusat untuk diikuti. Sehingga pelaksanaannya belum jelas. Tetapi kemungkinan besar tahun ini. ”Sementara kami menunggu juknis dulu, kalau nanti juknis turun, kami segera bergerak,” ulasnya.

Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan ATR/BPN Bangkalan Andika Putranto Hadi menyampaikan, pengurusan sertifikat tanah wakaf tidak sepenuhnya ditangani oleh BPN. Tahun 2020 lalu itu menjadi atensi BPN pusat, tetapi kami hanya menguruskan penerbitan sertifikat saja. Sedangkan untuk survey dan lainnya bukan wewenangnya.

”Kami yang mengurus, tapi datanya dan pengajuannya dikoordinir oleh Kemenag Bangkalan,” singkatnya. (km59/mam)

Baca juga  Warga Enggan Berobat ke Puskesmas, Target PAD Diprediksi Tidak Tercapai
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan