Kemenag Bangkalan Batasi Pelayanan Pelunasan Biaya Haji

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH SA'ED) LAYANAN: Pelayanan Kemenag Kabupaten Bangkalan sebelum adanya Covid-19. Pelayanan pelunasan saat itu tidak dibatasi.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Wabah Covid-19 berdampak terhadap sejumlah sektor pelayanan, termasuk pada pelayanan haji di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan. Sejak adanya wabah itu pelayanan haji hanya dibatasi 5 calon jamaah haji.

Kasi Haji Kementrian Agama (Kemenag) Bangkalan, Wafir menyampaikan, pelayanan pembayaran pelunasan untuk calon jamaah haji  di tengah Covid-19 dibatasi. Hal itu dilakukan agar tidak menimbulkan keramaian dan menghindari kerumunan.

Bacaan Lainnya

“Pembayaran setiap hari selalu dibatasi hingga mencapai lima orang,  setiap hari yang datang ke kantor kemenag, tidak boleh lebih.,” terangnya, Minggu, (17/5/2020).

Pihaknya menyampaikan walaupun  di tengah Covid-19 pembayaran peserta harus tetap datang ke kantor kemenag, Sebab pelayanan tidak bisa berbasis  online. Dikatakannya pelayanan tetap menggunakan manual.

“Peserta haji harus melakukan sidik jari, sebab jika menggunakan sisitem online kami tidak memiliki aplikasi tersebut,” terangnya.

Wafir berharap pemberangkatan calon jamaah haji ada kepastian dari otoritas Arab Saudi. Selain itu, virus yang sudah menjadi bencana nasional bahkan internasional itu bisa segera berakhir.

“Harapan saya kepada pemerintah otoritas Arab Saudi agar memberikan kepastian, selain itu saya berharap semoga musibah Covid-19 ini cepat berlalu sehingga aktivitas masyarakat baik yang melakukan ibadah haji dan aktivitas yang lainnya tidak begitu takut,” jelasnya.

Terpisah, salah satu warga yang melakukan pembayaran Ahmad Syamsuri, mengeluhkan dengan adanya wabah Covid-19 yang membuat pelayanan pelunasan haji dibatasi. Sebagian pendaftar terpaksa harus balik ketika pendaftar sudah melebihi dari 5 orang.

“Akibat adanya Covid-19 semua pelayanan dibatasi sehingga  kalau mau melakukan pembayaran nharus berangkat pagi sehingga bisa melakukan pembayaran,” ungkapnya.

Selain itu dirinya menuturkan bahwa saat pembayaran selalu dibatasi dan tidak beramai-ramai. Ia memaklumi hal itu sebagai bentuk kewaspadaan agar tidak mudah tertular virus tersebut.

Namun, lanjut Syamsuri, dengan pembatasan itu membuat sebagian pendaftar harus bolak-balik kantor kemenag.

Maka dari itu ia berharap agar pembatasan 5 pendaftar bisa dipertimbangkan kembali. Diharapkannya minimal 10 orang dalam setiap harinya.(sae/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *