oleh

Kemenag Bangkalan Larang Sahur on the Road dan Buka Bersama

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Penentuan awal Ramadan 2020/1441 H telah jatuh pada Jumat 24 April 2020. Hal tersebut dipastikan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan, setelah ada perkiraan bahwa hilal terlihat di ketinggian 4,11 derajat yang dipantau dari Pantai Gebeng, Bangkalan, Kamis (23/4/2020).

Sehingga tidak akan ada perbedaan awal puasa antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Namun, bulan puasa kali ini akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, Kemenag Bangkalan melarang adanya sahur on the road dan buka bersama.

Alasannya, turur Kepala Kemenag Bangakalan Abd. Haris, saat ini Bangkalan masuk zona merah penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Sehingga, larangan tersebut dilakukannya semata-mata untuk memitus rantai penyebarannya.

Diketahui, di Bangkalan sudah ada 6 pasiem yang dinyatakan terinfeksi virus ini. Satu di antaranya sembuh dan meninggal. Sedangkan berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, sudah ada puluhan orang yang dinyatakan terinfeksi virus itu berdasarkan rapid tes.

“Kami larang itu semua, termasuk salat tarawih sebenarnya. Kami sudah koordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Bagaimana kami bisa melarang kalau mereka nanti tetap salat tarawih berjamaah. Boleh saja, yang terpenting sesuai dengan protokol yang ditetapkan pemerintah kemarin,” ujarnya, Kamis (23/4/2020).

Dia juga meminta kepada masyarakat Bangkalan yang tetap ingin salat tarawih berjamaah di mushola atau masjid, agar benar-benar menerapkan protokol dan anjuran pemerintah Bangkalan. Seperti, berjarak dalam salat jamaah, memakai masker dan membawa sajadah sendiri.

“Ingat juga, setelah tarawih berjamaah langsung pulang dan cuci tangan. Jangan keluyuran, lebih baik salat tarawih jamaah bersama keluarga dirumah,” pesannya.

Sedang dalam pemantauan hilal yang dilakukan Kamis (23/4/2020) pukul 16.00 WIB sore di Pantai Gebang, juga berbeda dengan tahun sebelumnya. Pemantauan itu hanya disaksikan oleh 15 orang, merekaa perwakilan dari Kemenag, Pemda, NU, Muhammadiyah, BHR, LFNU, Kanwil Kemenag Jatim.

“Hal ini dilakukan sesuai dengan anjuran dan protokol physhical distancing. Melihatnya pun nanti kita beri jarak 1 meter dan memakai masker serta kita sediakan hand sanitazer,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron telah mengeluarkan surat edaran. Dalam edaran tertanggal 22 April 2020 tersebut, berisi beberapa imbauan kepada masyarakat menyambut bulan suci di tengah wabah Covid-19.

Imbauan itu ditujukan kepada pengelola kafe atau restoran serta rumah makan agar memulai aktivitasnya pada sore hari. Kemudian diimbau kepada pengelola tempat hiburan umum agar menghindari acara yang dapat mengganggu nilai-nilai agama dan mengganggu kekhusukan ibadah bulan ramadhan.

Selain itu, bagi yang tidak menjalankan ibadah puasa sebaiknya menghindari makan dan minum di tempat umum.

Bupati juga mengimbau bagi kalangan anak muda atau remaja untuk tidak berkumpul dan menyebabkan kerumunan terutama menjelang berbuka puasa. Hal itu bertujuan untuk mencegah kemungkinan penularan Covid-19.

Sedangkan untuk pelaksanaan ibadah salat Jumat, tarawih serta tadarus, merujuk pada kesepakatan bersama antara pemuka agama dan Forkopimda guna menghindari penyebaran Covid-19. (ina/waw)

 

 

 

Komentar

News Feed