oleh

Kemenag Bangkalan: Pemberangkatan CJH Tunggu Kepastian Arab Saudi

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Keputusan Menteri Agama RI Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelengagraan Ibadah Haji pada 1441 H atau 2020, Calon Jemaah Haji (CJH) harus rela berangkat tahun ini. Namun, pemberangkatan itu masih menunggu kepastian. Sebab, Pemerintah Arab Saudi kembali melarang pengunjung dari Indonesia.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan Wafir mengatakan, penundaan pemberangkatan tidak akan mempengaruhi daftar tunggu. Hanya saja pendaftar haji tahun ini harus kembali bersabar karena bisa jadi gagal berangkat. Sedangkan daftar tunggu bagi pendaftar haji bisa semakin panjang, yakni 30 tahun.

“Sebelumnya waiting list mulai dari 29 tahun hingga 30 tahun, sekarang 30 tahun. Kami mengikuti ketentuan dari Jawa Timur,” katanya, Senin (15/2/2021).

Lanjut Wafir, tahun 2020 ada sekitar 1000 lebih pendaftar. Setiap harinya, kata dia, ada sekitar 200 hingga 240 pendaftar haji. Untuk pembagian kuota keberangkatan, Wafir menjelaskan, Bangkalan mengikuti kuota provinsi. Sehingga, kuota tidak ditentukan, hanya berdasarkan pendaftar calon haji yang melakukan pelunasan dan pendaftaran tahun sebelumnya untuk masuk kuota.

“Yang ada provinsi 35 ribu CJH dan selalu diperebutkan jemaah Bangkalan. Bisa jadi naik atau turun,” tuturnya.

Wafir menambahkan, jika tidak ada penundaan CJH yang harus berangkat tahun 2020 adalah pendaftar dari Juli hingga November 2011. Sedangkan, keberangkatan CJH tahun 2021 semestinya pendaftar haji November sampai Februari 2012.

“Tapi karena mundur, maka semuanya juga harus mundur keberangkatannya,” jelasnya.

Diketahui, CJH tahun 2020 sebanyak 724 jemaah. Sementara itu, tahun 2021 pihaknya belum mengetahui jumlah CJH yang akan berangkat. Karena diantara kuota 35 ribu jemaah belum turun ke Bangkalan.

Untuk kegiatan manasik haji pada CJH tahun 2020, Wafir mengatakan, belum melakukan kegiatan itu. Hal tersebut karena pihaknya masih menunggu instruksi kepastian keberangkatan yang dijadwalkan tahun ini. Sedangkan semua berkas dan persyaratannya, dia menyampaikan, sudah siap dan lengkap.

“Kalau jadi berangkat ya manasik, kalau tidak jadi berangkat ya kami tidak melakukan manasik. Tahun ini masih menunggu kebijakan Pemerintah Arab Saudi, ada apa tidak, gitu,” pungkasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed