Kemenag Liburkan Madrasah Hingga Akhir Maret

  • Whatsapp
(KM/IMAM MAHDI) CORONA: Siswa madrasah di Sumenep diliburkan hingga akhir Maret.

Kabarmadura.id/Sumenep-Kementrian Agama (Kemenag) akhirnya mengeluarkan Surat Edaran (SE) Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE.2 Tahun 2020 tersebut berlaku sejak ditetapkan tanggal 16 Maret 2020 sampai dengan tanggal 31 Maret 2020.

Peliburan tersebut untuk menyesuaikan dan bersinergi dengan kebijakan yang diterapkan pemerintah daerah dalam mencegah penyebaran corona virus (covid-19).

Ketua Pokjawas Madrasah Kabupaten Sumenep Ibnu Hajar mengatakan, berdasar rapat kerja penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)salah satunya memperlakukan liburnya siswa dan siswi. Namun, UMBK tetap dilaksanakan.

Hasil rapat KKM tingkat kabupaten UMBK akan dilaksanakan pada tgl 6 April 2020 serempak se-Madura. Sementara untuk 7 dan 8 diimbau untuk diisi amaliah atau ibadah untuk membentengi diri, keluarga dan masyarakat dari covid 19 dan juga dianjurkan menjaga kebersihan.

“Di sekolah, madrasah saat ini sudah diliburkan dan harus diisi dengan amaliah yang baik, agar diajuhkan dari virus corona,” katanya, Kamis (19/03/2020).

Dijelaskan, pengelola pendidikan agama dan keagamaan agar bersinergi dan menyesuaikan dengan kebijakan Kemendikbud dan Pemerintah Daerah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Jika Pemda sudah memberlakukan pembelajaran jarak jauh, pendidikan agama dan keagamaan agar menyesuaikan. Madrasah dan sekolah-sekolah agama bisa menerapkan sistem belajar di rumah bagi murid-muridnya.

“Kami berharap ke depan tidak ada virus yang menjangkit pada siswa dan masyarakat Sumenep,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Sumenep Juhedi mengatakan, hendaknya para siswa mengisi liburan dengan amaliah yang baik, ngaji, berdoa dan lainnya. Ia mengimbau kepada pegawai, guru dan karyawan di lingkungan satuan pendidikan untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan melaksanakan protokol kesehatan yang dianjurkan, terutama ketersediaan sarana untuk cuci tangan Pakai Sabun (CTPS), dan alat pembersih sekali pakai.

“Hal tersebut Sebagai tindak lanjut surat Keala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Nomor Nomor B-2623/Kw.13.1.2Kp.01/03/2020 tanggal 17 Maret 2020,” ujarnya. (imd/pai)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *