Kemenag Perintahkan Pegawai Kerja dari Rumah

  • Whatsapp
(KM/SUBHAN) WORK AT HOME: Para pejabat dan pegawai di bawah naungan Kementerian Agama di berbagai wilayah, termasuk Sampang dirumahkan.

Kabarmadura.id/Sampang-Kasus penyebaran wabah covid-19 di berbagai daerah terus meningkat. Oleh karena itu, semua unsur diutuntut untuk lebih bersinergi dalam menghambat penyebaran virus mematikan tersebut. Bahkan untuk tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan pegawai, Kementerian Agama (Kemenag) mulai “merumahkan” para pegawainya.

Hal itu berdasar surat edaran (SE) nomor 4 tahun 2020 tentang perubahan atas surat edaran Menteri Agama nomor 3 tahun 2020 tentang penyesuaian sistem kerja pegawai dalam upaya pencegahan penyebaran corona virus disease (covid-19).

Kepala Kemenag Sampang Pardi mengatakan, atas turunnya SE dari kementerian yang baru itu, maka mulai 26 Maret 2020 semua pagawai di bawah naungan Kemenag, termasuk pimpinan tinggi madya, pratama, administrator, rektor, wakil rektor, ketua dan wakil ketua, kepala madrasah negeri hingga kepala kantor urusan agama (KUA), di berbagai kecamatan diperintahkan untuk bekerja dari rumah.

Namun demikian pihaknya memastikan, selama para pegawai bekerja dari rumah masing-masing, semua jenjang jabatan tetap memperhatikan skema layanan publik dengan tetap memegang prinsip pengabdian.

Selain itu, dirinya memastikan koordinasi semua unit tetap dilaksanakan secara maksimal dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Sedangkan untuk presensinya dapat dilakukan secara online dari rumah masing-masing, tetapi bagi yang tidak memungkinkan melalui online bisa ditunjukkan dalam bentuk laporan kerja.

“Semua pegawai Kemenag diwajibkan bekerja dari rumah, kami sudah sebarkan SE dari Kementerian dan Gubenur ini kepada semua pegawai dan kami tetap melakukan pemantauan kerja secara online,” ungkap Pardi saat dikonfirmasi Kabar Madura melalui jaringan selulernya, Kamis (26/3/2020).

Dirinya menjelaskan, selama pegawai bekerja dari rumah, maka untuk layanan masyarakat bisa dikirim via kurir. Manakala hal itu mendesak dan tidak bisa menunggu sampai layanan dan kondisi normal kembali.

Bahkan pihaknya menegaskan untuk saat ini juga dilarang melaksanakan kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak. Untuk itu, semua agenda kegiatan Kemenag Sampang ditunda menunggu kondisi dan situasi normal kembali.

 

Sambung Pardi, kebijakan merumahkan pegawai di lingkungan Kemenag itu, mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan di Jakarta pada tanggal 24 Maret 2020 yang ditandatangi oleh Menteri Agama RI Fachrul Razi, sampai dengan tanggal 31 Maret 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut dengan melihat perkembangan situasi dan kondisi.

“Meski kerja dari rumah, kita tetap harus melayani masyarakat, karena hak pegawai barupa gaji dan uang makan serta tunjangan kinerjanya akan tetap dibayarkan selama bekerja dari tempat tinggalnya,” terangnya. (sub/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *