oleh

Kemenag Sampang: 90 Persen Siswa Madrasah Tidak Bisa Menikmati Pembelajar Daring

Kabarmadura.id/SAMPANG-Tidak semua pelajar di Kabupaten Sampang dapat menikmati kebijakan belajar dalam jaringan (daring). Pasalnya, terdapat beberapa problem dan kendala, meliputi akses jaringan internet, sarana prasanara yang mendukung dan biaya yang relatif mahal.

Akibat keterbatasan itu, Kementerian Agama (Kemenag) Sampang menyebut hanya 10 persen siswa madrasah yang bisa menikmati belajar daring, selebihnya hanya belajar melalui penugasan, pemberian buku panduan atau belajar di luar jaringan (luring).

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Sampang Mawardi menerangkan, mayoritas siswa madrasah tidak bisa menikmati belajar daring melalui aplikasi yang sudah disediakan oleh pemerintah.

“90 persen siswa hanya belajar melalui luring, penugasan dan sebagainya,” ucap Mawardi saat dihubungi Kabar Madura, Minggu (26/4/2020).

Lanjut dia, untuk sistem penilaian bagi para siswa selama belajar daring itu, khususnya yang kelas akhir sudah diatur berdasarkan SE Kemenag, yaitu mengacu pada nilai ulangan harian dan raport semester 1 sampai 5.

“Hak KBM siswa dan kewajiban guru tetap terpenuhi, karena belajar tidak hanya melalui daring saja, bisa juga melalui luring, pemberian tugas dan para guru tetap melakukan pemantauan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Achmad Mawardi melalui Kasi Kurikulum Moh. Yanto berkelit, untuk siswa di bawah naungan Disdik yang belajar secara daring dan luring masih dalam tahap pendataan sehingga belum bisa dikatahui pasti.

“Sampai saat ini untuk siswa yang belajar daring ini masih proses pendataan, tapi yang jelas semua siswa mendapatkan haknya,” singkatnya. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed