oleh

Kemenag Sampang Kaget, Tidak Terima Data Penerima, Harus Salurkan Bantuan Pesantren

Kabarmadura.id/SAMPANG-Kendati sudah ada perintah pemerintah pusat agar disalurkan pekan ini, bantuan pondok pesantren dan lembaga keagamaan Islam di Sampang belum menerimanya. Perintah itu sebagaimana tertera dalam surat keputusan (SK) tentang bantuan dampak Covid-19 untuk pesantren dan lembaga keagamaan Islam.

Anehnya, pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang justru mengaku kaget terkait informasi pencairan bantuan itu, sebab hingga saat ini belum ada kejelasan, baik petunjuk teknis dan jumlah lembaga penerimanya.

Kepala Kemenag Sampang Pardi mengatakan, penentuan penerima bantuan dampak wabah Covid-19 itu tidak melibatkan perwakilan Kemenag di kabupaten/kota, hanya sebatas dilibatkan dalam memberikan rekomendasi.

Sejauh ini, jika ada pesantren di Sampang yang hendak mengajukan bantuan Covid-19, maka Kemenag Sampang mengeluarkan rekomendasi dan memberikan pengantar untuk izin operasional lembaga yang telah mengirimkan data berdasarkan data education management information system (EMIS) yang sudah diisi oleh lembaga pesantren.

“Saya juga kaget, tiba-tiba bantuan Covid-19 kepada pesantren ini akan disalurkan dalam pekan ini, padahal kami (Kemenag Sampang, red) belum mendapatkan SK lembaga mana saja yang mendapatkannya,” ucap Pardi kepada Kabar Madura, Rabu (26/08/2020).

Tak hanya belum mendapatkan SK penetapan lembaga penerima, Pardi mengaku juga belum menerima petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) terkait bantuan tersebut. Sehingga pihaknya juga tidak bisa menginformasikan nominal bantuan yang akan diterima pesantren.

Namun berdasarkan data Kemenag Sampang, terdapat 367 pesantren di Sampang. Sementara rekomendasi yang dikeluarkan oleh instansinya belum direkap, tetapi dirinya mengklaim belakangan ini hampir setiap hari mengeluarkan rekomendasi.

“Sampai hari ini belum ada kejelasan tentang jumlah pesantren penerima, pagu bantuan dan penggunaannya. Kami masih menunggu info dari Kemenag pusat,” kelitnya.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura dari berbagai sumber menyebutkan, pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran bantuan operasional tahap I untuk pesantren dan lembaga keagamaan yang cair pekan ini sebesar Rp930.835.000.000.

Bantuan tersebut akan disalurkan untuk 9.511 pondok pesantren, 29.550 madrasah diniyah takmiliyah (MDT), 20.124 LPTQ/TPQ, dan bantuan pembelajaran daring bagi 12.508 lembaga se-Indonesia.

Persyaratan pencairan bantuan itu harus disiapkan penerimanya. Petugas yang akan mencairkan bantuan, harus membawa KTP, membawa SK pengurus dan lembaga, NSPP atau salinan dokumen izin operasional lembaga, serta NPWP pesantren dan sebagainya. (sub/waw)

Komentar

News Feed