oleh

Kemenag Sampang Pastikan Tidak Ada Perubahan Sistem Pancairan Sertifikasi Guru

Kabarmadura.id/Sampang-Ribuan guru yang mendapatkan sertifikasi di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Sampang, dipastikan tetap melaksanakan kewajiban mengajar di tengah merebaknya wabah Covid-19 melalui sistem teaching from home dan learning at home. Dengan demikian, maka hak sertifikasi guru tetap dicairkan sebagaimana mestinya.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Sampang Mawardi mengatakan, para guru, baik yang aparatur sipil negara (ASN) dan sertifikasi, tetap dimintai laporan setiap hari, per minggu dan bulanan.

Khusus guru sertifikasi madrasah di wilayah Kota Bahari, baik yang ASN dan non ASN tercatat sebanyak 1.383 orang. Untuk besaran sertifikasi yang diterima, bagi sertifikasi ASN disesuaikan dengan golongan kepegawaiannya, sedangkan yang non ASN dihitung melalui lamanya jam mengajar, yakni 24 jam dalam satu pekan.

“Untuk sistem pencairan sertifikasi guru ini, tetap seperti biasanya tidak ada perubahan, karena mereka tetap menjalankan kewajiban mengajar dari rumah. Untuk guru yang ASN laporannya melalui aplikasi SiEka, guru sertifikasi melalui google form,” ucap Mawardi kepada Kabar Madura, Senin (20/4/2020).

Dirinya menjelaskan, pengawasan terhadap para guru yang mengajar dari rumah itu, selain wajib melapor melalui aplikasi yang sudah ada, juga disiapkan pemantauan khusus memakai video confren dan e-learning untuk wilayah-wilayah yang memungkinkan, sehingga dapat ketahuan guru yang bersangkutan melaksanakan kewajiban mengajar dengan daring atau tidak.

Lanjut Mawardi, tetapi memang untuk sebagian madrasah di wilayah yang tidak memungkinkan menggunakan e-learning itu, karena faktor teknis jaringan dan semacamnmya. Biasanya kata dia, guru memberikan penugasan kepada siswa melalui daring, jadi tetap bisa terpantau mengajar atau tidaknya, karena untuk melakukan kunjungan ke guru tersebut, sudah tidak memungkinkan lagi.

“Upaya pemantauan para guru, untuk memastikan mengajar dan tidaknya, dilakukan melalui video confren dan setiap pekan kami adakan rapat serta absensinya yang dibuat secara manual rutin kami minta untuk evaluasi,” ungkapnya.

Sambung dia, terkait penghitungan lama mengajar disesuaikan dengan SE jam mengajar dari Dirjenpendis, dan selama wabah Covid-19 itu ada pengurangan jam mengajar salama satu jam setiap harinya.

“Untuk sertifikasi ini sudah dicairkan kepada yang bersangkutan beberapa waktu lalu, karena honor sertifikasi ini sangat dibutuhkan bagi mereka dan sistemnya sama dengan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang Nor Alam, belum bisa dimintai keterangan ihwal sistem pencairan sertifikasi guru di bawah naungan Disdik setempat. (sub/pin)

Komentar

News Feed