Kemenag Sumenep Ajak Masyarakat Berikhtiar dengan Vaksin

  • Bagikan
(FOTO: KM/MOH RAZIN) MEMBERI CONTOH: Kepala Kemenag Sumenep Juhedi saat menjalania vaksinasi dari vaksinator Dinkes Sumenep, Kamis (28/1/2020).

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Agar menjadi contoh dan mengedukasi masyarakat, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Juhedi, mendukung kegiatan vaksinasi dengan cara disuntik vaksindi PendopoSumenep, Kamis (28/1/2021).

Selaku instansi yang mensyi’arkan melalui pendekatan agama, menggunaan vaksin sangat diperlukan sebagai ikhtiar umat, untuk kepentingan bersama, dalam mencegah penyakit menular, lebih khusus Covid-19.

“Jadi saya pribadi menjadi yang mendaftar di bagian perdana ini. Masyarakat tidak perlu khawatir tentang animo pro kontra persoalan vaksin, jika sudah halal, insyaalah dampaknya baik,” katanya, Kamis (28/1/2021).

Juhedi datang ke Pendopo Sumenep mengenakan batik warna merah. Dia bercerita, setelah dinyatakan proses vaksinasi mulaidari stabilitas kesehatan atau kekuatan tubuhnnya.

Meski disampakai oleh tim medis bahwa ada rasa sakit saat disuntik, Juhedi tetap memantapkan niat divaksin.

“Ditanyakan oleh dokter apakah siap disuntik vaksin, saya jawab siap. Dan dia menyampaikan agak sakit, tapi saya bilang tidak masalah, yang penting sehat, dan dampaknya sekarang lebih segar ke tubuh,” imbuhnya.

Dengan memberikan contoh langsung, dia berharap masyarakat yang memenuhi syarat, salah satu yang tidak direkomendasikan adalah yang mempunyai atau bermasalah dengan jantungnya.

Tetapi jika dokter sudah menyarankan, artinya kondisi tubuhnya stabil, tegas Juhedi, maka jika ada vaksinasi lanjutan untuk masyarakat umum dimulai, hendaknya mengindahkan program itu.

Termasuk di internal instansinya, akan terus dikampanyekan untukmenerima divaksin, Untuk peserta didik, dia juga mengimbau agar tidak perlu khawatir, sebab usia di bawah 16 tahun tidak menjadi objek vaksinasi.

“Jangan mudah termakan isu-isu negatif, misalnya setelah divaksin langsung lemas atau sakit itu tidak benar, nah kita berperasangka baik, ini usaha untuk terhindar dari penyakit,” pungkasnya. (ara/waw)

Baca juga  Penghentian Kasus DD di Sampang Dinilai Bodohi Publik
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan