Kemenag Sumenep tidak Berani Pastikan Semua Guru Non PNS Peroleh BSU, Berdalih Program Pusat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) INSENTIF: Bantuan langsung tunai (BLT), atau yang kerap kali disebut dengan bantuan subsidi upah (BSU) bagi guru non pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Sumenep belum bisa diprediksi semua guru mendapatkannya.

KABARMADURA.IS, SUMENEP -Realisasi bantuan langsung tunai (BLT), bagi guru madrasah non status pegawai negeri sipil (PNS), atau guru honorer di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, saat ini memasuki tahap pencairan. Kurang lebih terdapat 6 ribu guru yang akan menerima bantuan tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Kabupaten Sumenep, H Rosi menjelaskan, penyaluran BLT guru madrasah tersebut selama tiga bulan, yakni dari Oktober hingga Desember. Pada pelaksanaannya, BLT guru madrasah langsung dicairkan sekaligus pada bulan ini. Tepatnya, menjelang akhir tahun atau sekitar pertengahan Desember 2020.

Bacaan Lainnya

“Selambat-lambatnya tidak akan sampai akhir Desember 2020 mendatang. Kalau yang terdaftar di Simpatika ada sekitar 6 ribu guru, tapi kami tidak bisa memastikan dapat semua, karena program pusat. Sejauh ini, kami tidak tahu, apa sudah bisa cair atau tidak,” ujarnya, Senin (14/12/2020).

Menurutnya, BLT atau bantuan subsidi upah (BSU) bagi guru madrasah, dicairkan melalui rekening baru yang dibuat bank penyalur atas nama para penerima. Setelah mengecek notifikasi, para guru langsung mencetak surat keterangan penerima BSU GBPNS 2020 yang ada di Simpatika. Mereka harus mencetak surat pernyataan dan tanggung jawab mutlak (SPTJM), dengan format yang sudah disediakan.

“Berhubung pemerintah pusat bekerjasama dengan BRI, maka tidak jadi menggunakan Bank Jatim. Guru penerima bantuan, langsung datang ke kantor bank penyalur yang ditunjuk, yaitu BRI yang ada di kecamatan masing-masing,” jelasnya. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *