oleh

Kemenangan 02 di Pamekasan Sesuai Ekspektasi

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Perolehan suara pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres) Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, berhasil ungguli lawannya, Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin, di seluruh kecamatan di Pamekasan.

Data perolehan suara yang berhail dihimpun KPU Pamekasan dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 tingakat Kabupaten Pamekasan,pasangan dengan nomor urut 02 ini memproleh 531.561suara. Sedangakan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin di nomor urut 01 memperoleh 102.931 suara.

Dari hasil perolehan suara tersebut, diketahui sebanyak 650.876 warga Pamekasan menggunakan hak pilihnya atau sekitar 92 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 706.756 jiwa. Jumlah tersebut, didapat dari suara sah sebanyak 634.492 suara dan tidak sah 16.384 suara.

Kemenangan itu disambut hangat oleh Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi,Taufiqurrahman. Diamengungkapkan,sangat bersyukur dengankemenangan tersebut, karena sesuai dengan yang diharapkan sebelumnya. Selain itu, juga diklaim sebagai keinginanmayoritas masyarakat Pamekasan untuk mengganti presiden Republik Indonesia.

“Itu memang suara dari rakyat sendiri yang menginginkan adanya perubahan presiden, jadi masyararakat Pamekasan memiliki kesadaran keadaan sekarang ini harus mengubah pemimpinnya,” tuturnya, Rabu (1/5).

Menurut pria yang juga menjabat sebagaiketua DPC Partai Gerindra Pamekasan itu, kemenangan mutlak yang diraih oleh pasangan capres nomor urut 02, juga berkat dukungan para tokoh masyarakat, ulama, kiai, habaib, ustad dan tokoh-tokoh disemua lini.

Selain itu, kinerja dari relawan yang sangat antusias untuk memenangkan capresnya, menjadi salah satu faktor pendukung yang sangat urgen dalam pemenangan Prabowo-Sandi di Pamekasan.

Sebaliknya, dari Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Madura Abdullah Ibrahim mengatakan, timnya sudah bekerja maksimal untuk memenangkan pasangan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin, namun hal itu tidak berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh pasangan 01 di Pamekasan, karena kalah jauh dari pasangan 02.

“Pada prinsipnya, tim kami di Pamekasan sudah melakukan usaha maksimal, tapi karena tidak memungkinkan seperti yang dicita-citakan bersama, itu yang terjadi,” jabarnya.

Sejatinya, pihaknya bukan tidak berusaha, namun juga sudah menggerakkan semua tim, baik itu tim dari partai pengusung maupun dari relawan.Namun yang terjadi dilapangan, justru perolehannya jauh dari target di awal.

Sementara itu, Analis Politik Madura Mohammad Ali Khomaidi mengatakan, kemenangan mutlak pasangan Prabowo-Sandi di Pamekasan atas pasangan Jokowi-Makruf, sudah diprediksi sejak awal oleh sejumlah basis survey. Bahkan enam bulan sebelum pemilihan, pasangan Prabowo-Sandi sudah diprediksi menang di atas 80 persen.

Hal itu disebabkan oleh beberapa hal, pertama tidak maksimalnya timses Jokowi-Makruf dalam mempengaruhi pemilih, khususnya pemilih Pamekasan atas beberapa capaian sukses pemerintahan Jokowi selama empat tahun terakhir.

Kemudian, ujar alumnus FISIP Universitas Indonesia (UI) itu, lemahnya gerakan partai pengusung yang tidak mampu meyakinkan pemilih, melalui strategi pendekatan secara personal kepada pemilih yang tidak dilakukan dengan maksimal.

Selain itu, kata dosen yang biasa disapa Malhum itu, masyarakat lebih percaya isu-isu hoaks yang memang sengaja dibuat untuk meruntuhkan kepercayaan publik pada Jokowi. Seperti isu Jokowi adalah orang PKI, semakin menambah hutang negara, hingga isu-isu sara yang bisa menggerus kepercayaan masyarakat pada pasangan 01.

Terakhir, secara sosiologis, pengaruh tokoh lokal di Pamekasan tidak bisa dilepaskan dari kemenangan telak Prabowo atas Jokowi. Tokoh ulama lokal Pamekasan, terlihat sangat solid mendukung pasangan 02, meskipun sebagian besar tokoh tersebut, merupakan bagian penting dalam kepengurusan partai yang pengusung Jokowi-Makruf.

“Ya,faktor timses, partai pendukung tidak mampu maksimal meyakinkan pemilih, hoaks dan peran ulama lokal yang lebih kuat mendukung pasangan 02,” imbuh pengajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura tersebut. (km47/waw)

 

Komentar

News Feed