Kemensos Belum Pastikan Penyaluran PKH

  • Whatsapp
KM/SUBHAN TAK KUNJUNG CAIR: Kemensos menyebut penyaluran bantuan PKH yang tersendat masih menunggu proses pemadanan data KPM.

Kabarmadura.id/Sampang-Penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (Bansos PKH) di Kabupaten Sampang yang tersendat sejak tahun 2017, hingga kini belum ada kepastian. Bahkan, meski pihak Kementerian Sosial (Kemensos) turun gunung untuk melakukan pertemuan dengan semua pihak, pada Senin (26/8), namun penyaluran bansos itu belum dipastikan.

Kedatangan pihak Kemensos itu, bertujuan untuk meluruskan berbagai data yang dipertanyakan oleh berbagai pihak, terkait adanya sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang bantuanya belum disalurkan sejak beberapa tahun terakhir. Meski demikian, penyaluran PKH masih menunggu pemadanan data.

Berdasarkan temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK RI) ada sebanyak 2.603 KPM PKH yang tidak bisa menerima total bansos sekitar Rp8,4 miliar, lantaran data yang bermasalah. Dari jumlah data KPM bermasalah itu, terdapat 1.192 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan buku tabungan (butab) yang dinyatakan eligible. Sementara, 1.411 KKS dan butab lainnya dinyatakan non eligible.

Kasubdit Bantuan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) RI KeuKeu Komarawati mengatakan, berdasarkan hasil penelitian dari kementerian yang menjadi temuan BPK masih dalam proses untuk pemadanan data, sehingga bisa diketahui, berapa data PKM yang bisa tersalurkan dan yang tidak bisa disalurkan, karena sudah non eligible.

Menurut dia, dalam satu tahun anggaran, terdapat empat kali penyaluran bantuan kepada KPM, setiap proses penyaluran itu, ada mekanisme tersendiri. Setiap penyaluran bantuan akan dilakukan, maka para pendamping bansos PKH melakukan verifikasi.

Para pendamping melakukan pengecekan langsung ke lapangan, terkait kondisi riil terakhir para penerima manfaat bansos kerakyatan itu. Setelah itu, maka para pendamping menginput data-data para KPM PKH.

“Kami akan melakukan pemadanan data ini terlebih dahulu, yang membutuhkan waktu tidak sebentar , karena harus di cek per KPM, dan nantinya data-data KPM ini yang bisa disalurkan dan tidak bisa dapat diketahui secara pasti,” ucapnya, kemarin.

Ia menjelaskan, peristiwa tersendatnya penyaluran bantuan PKH itu, terjadi di berbagai daerah. Karena Provinsi Jawa Timur menejadi salah satu sampling oleh BPK, sebab penerima bantuan terbesar, maka Kabupaten Sampang menjadi salah satunya.

Di tempat yang sama, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Sampang Tony Moerdiyanto menegaskan, sasaran bantuan PKH itu, adalah masyarakat yang tidak mampu, kalau sampai hal data itu dipermainkan, Pemkab Sampang akan melakukan protes. Pihaknya berjanji, akan terus berjuang agar 1.192 KPM yang masih tersendat, haknya bisa segera dicairkan.

“Jika di lapangan ternyata para KPM ini masih memenuhi kriteria dan layak menerima bantuan PKH ini, maka harus disalurkan juga, terkecuali sudah tidak memenuhi kriteria dan tidak bisa diperjuangkan lagi,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua LSM MDW Sampang Tamsul menilai, jika dilihat secara umum, persoalan tersendatnya bantuan itu, terkait persoalan regulasi di tingkat kementerian, karena setiap tahun regulasi tentang PKH ini berubah-ubah, mulai saat pencairan melalui pihak POS dan peralihan ke Bank.

Tetapi, kata Tamsul, secara umum kasus tersendatnya bantuan PKH itu, tidak hanya terjadi di Sampang, karena di berbagai daerah lain juga terjadi, hanya saja Sampang saat ini termasuk salah satu sampel BKP dalam dilakukan audit, dimana dalam tahap audit ditemukan data-data KPM PKH yang tidak tersalurkan.

Pihaknya mendesak, seluruh rekomendasi BPK harus segera ditindaklanjuti, dan yang terhambat proses penyaluran bantuannya harus segera dipenuhi persyaratannya. Pihaknya yakin, para KPM itu masih mempunyai hak, memenuhi syarat dan kriteria menerima bantuan tersebut.

“Kami tekankan proses ini harus tetap jalan, yang tidak dapat penyaluran ini, maka harus dapat. Prinsipnya orang miskin ini tidak boleh jadi korban gara-gara ada regulasi dan prosedur penyaluran bantuan yang tidak terpenuhi,” tandasnya. (sub/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *