oleh

Kemompok Mahasiswa UTM Ajak Anak Muda Cinta Literasi

Kabarmadura.id/BANGKALAN – Berawal dari kecintaan membaca buku sekelompok mahasiswa Universitas Trunujoyo Madura (UTM)  yang tergabung dalam serikat literasi (SELILIT), kini mereka melakukan suatu langkah baru dengan membuka stand membaca buku gratis sekaligus mengajak anak-anak yang putus sekolah untuk tetap belajar meski hanya dengan fasilitas seadanya.

Alo, mahasiswa asal papua menjelaskan, program pembukaan stand buku itu sudah berlangsung selama satu tahun. Awalnya, cerita Alo, ia bersama teman-temannya membuka stand di kampus. Tetapi melihat banyak anak-anak di pelabuhan kamal yang berjualan bahkan ada yang putus sekolah, kami memiliki tekad untuk membuka stand baca buku gratis di sini sekaligus memberikan edukasi terkait pentingnya belajar.

“Kami harus melakukan tindakan, paling tidak untuk merangsang anak-anak di sini senang membaca dan belajar.” ucapnya, Minggu, (28/4).

Mahasiswa jurusan sosiologi UTM tersebut melanjutkan, ide ini dilandasi oleh keinginan untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat. Meski saya sadar ini bukan pekerjaan yang mudah.

Menurutnya, pada awalnya masyarakat tidak terlalu antusias, bahkan ada yang sinis. Namun setelah berusaha menjelaskan tujuan dan alasan kami membuka stand membaca buku gratis akhirnya kami diterima.

“Pertama kali buka stand di pelabuhan, banyak orang sinis sama kita. Namun, saat kita minta izin baik-baik kepada orang sekitar, akhirnya kami di izinkan.” tuturnya kepada wartawan kabar madura.

Terkait buku-buku yang dibawa saat buka stand, Pandi selaku ketua SELILIT menyampaikan bahwa ia bersama teman-temannya patungan untuk membeli buku. Mereka juga sering minta hibah buku pada teman dan dosen namun tak pernah digubris.

“Kami patungan untuk mengumpulkan buku bacaan ini. Kami tak mau menyerah hanya masalah faktor kekurangan donasi buku. Saya dan teman SELILIT memiliki tekad besar terkait masalah edukasi karena seyogianya kami memiliki tanggung jawab sosial,” tegas Pandi sambil menunjukkan buku-buku bacaanya.

Pria kelahiran Nganjuk tersebut menjelaskan, semua berangkat dari keresahan. Ia dan teman-teman SELILIT tidak mau berpangku tangan melihat rendahnya minat baca. Untuk itulah ia menggagas SELLIT sebagai wadah untuk mengkampanyekan pentingnya membaca khususnya kepada anak-anak muda di Bangkalan. (km46/pai)

Komentar

News Feed