Kenaikan IPM Sampang Jauh dari Target, Disdik Janji Tekan Angka Putus Sekolah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) KOMITMEN: Disdik Sampang berjanji terus mendorong peningkatan IPM dengan cara menekan angka putus sekolah dan memberikan beasiswa kuliah.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sampang dalam kurun tiga tahun terakhir dinilai kurang signifikan. Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang menyebutkan, bahwa rata-rata kenaikan IPM berkisar pada angka 0,76 sampai 0,94 setiap tahun.

Berdasarkan data dari Disdik Sampang, IPM Sampang tahun 2018 berada di angka 61,00. Pada tahun 2019 naik menjadi 61,94, dan tahun 2020 naik lagi menjadi 62,70. Meski demikian, capaian IPM tersebut masih jauh dari target.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang Nur Alam mengatakan, setiap tahun IPM Sampang mengalami kenaikan, kendati belum signifikan. Sebab itu, pihaknya berjanji akan terus berupaya mendorong IPM agar sesuai target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada tahun anggaran berjalan.

“Capaian IPM ini memang masih jauh dari target, karena peningkatannya masih di kisaran angka 0,90. Tapi, kami akan terus mendorong agar IPM ini lebih baik lagi,” ujarnya, Selasa (7/9/2021).

Ia juga membeberkan, bahwa Disdik Sampang mendorong kenaikan IPM dengan menekan angka putus sekolah. Sementara itu, untuk anak usia sekolah, pihaknya terus mendorong agar melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Terlebih lagi, menurutnya, saat ini Pemkab Sampang menyiapkan beasiswa Sampang Hebat Bermartabat agar jumlah sarjana bertambah.

“Jika nanti semakin banyak anak-anak Sampang yang bergelar sarjana, maka otomatis IPM ini akan meningkat signifikan,” ujarnya.

Lanjut Nur Alam, IPM Sampang  relatif tinggi dibandingkan IPM di daerah lain di Jawa Timur. Namun, ia juga mengakui, bahwa Sampang mengalami ketertinggalan yang lebih jauh dibandingkan kabupaten lainnya.

“Saat ini IPM Sampang sudah tidak berada di zona merah lagi, karena sudah di atas angka 60. Jadi, secara nasional capaian IPM ini sudah tergolong kategori bagus,” ungkapnya (sub/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *