Kenaikan NJOP di Bangkalan Tunggu Kajian Kemampuan Bayar Masyarakat

(FOTO: KM/HELMI YAHYA) TUNGGU: Kenaikan Nilai jual objek pajak (NJOP) di Bangkalan masih perlu tinjauan dan kajian kemampuan bayar masyarakat.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN Nilai jual objek pajak (NJOP) di Kabupaten Bangkalan masih tergolong paling rendah. Namun rencana kenaikan masih menunggu hasil tinjauan dan kajian kemampuan bayar masyarakat secara umum. Agar tidak memberatkan tanggungan masyarakat.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Bangkalan Ismet Efendi melalui Kabid Pajak dan Retribusi 1 Budi Hariyanto menyampaikan, rencana kenaikan NJOP memang akan dilakukan pada tahun 2022. Tetapi masih harus dilakukan kajian untuk memperkirakan kelas yang akan dipilih.

“Kalau kenaikan NJOP-nya jelas tahun ini kita lakukan. Hanya saja kelasnya belum bisa ditentukan,” kata Budi Hariyanto, Selasa (22/2/2022).

Bacaan Lainnya

Terakhir kenaikan NJOP itu dilakukan pada tahun 2012 silam. Sehingga kemungkinan tarif pembayaran pajak akan meningkat drastis, jika dibandingkan dengan sebelumnya.

“Objek bangunan dan tanahnya ini akan mengalami kenaikan setiap tahun sesuai harga pasar, tapi kita belum menerapkannya,” imbuhnya.

Rencana peningkatan kelas tidak dapat dipungkiri akan membuat masyarakat kaget. Karena tarifnya akan beda jauh sesuai tingkat kelasnya. Sehingga perlu dilakukan kajian terlebih dulu.

“Kami tidak ingin terlalu memberatkan warga, makanya kami masih pertimbangkan dulu,” tegasnya.

Dia menginginkan ada upaya peningkatan pendapatan daerah dari peningkatan kelas dan tarif NJOP. Berkaca pada kabupaten lain yang rutin melakukan peningkatan setiap 3 bulan sekali, Bangkalan masih jauh lebih murah.

“Kalau kabupaten lain, setiap 3 bulan sekali dinaikkan, kami sudah jauh dari mereka,” paparnya.

Sementara Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Fadhur Rosi menuturkan, jika potensi pajak itu tidak dimaksimalkan, maka pendapatan daerah sulit bisa meningkat. Pihaknya menyarankan segera dieksekusi, apabila itu dinilai sangat menguntungkan. Namun harus disesuaikan dengan hasil sosialisasi.

“Tidak masalah jika dinaikkan, tapi potensi itu harus dimaksimalkan nanti,” singkat politisi Demokrat itu.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.