Kenaikan Tarif Objek Wisata, Legislatif Minta Harus Seimbang dengan Fasilitas

News20 views

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep akan menaikkan tarif retribusi sekali masuk destinasi wisata. Namun hal tersebut menuai kritikan dan keberatan oleh masyarakat, sebab dinilai terlalu mahal.

Salah seorang pengunjung destinasi wisata, Hafira mengatakan, ia keberatan dengan perda baru tentang kenaikan tarif objek wisata. Diyakini, kedepannya akan membuat pengunjung memilih untuk tidak datang berwisata.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

“Saya keberatan jika tarif masuk destinasi wisata dinaikkan,” katanya, Senin (26/2/2024).

Menurutnya, tarif Rp5 ribu sudah bagus masuk wisata yang dikelola Pemkab Sumenep. Hafira memberi opsi, jika ingin menaikkan tarif, harusnya tidak 100 persen atau menjadi Rp10 ribu dari Rp5 ribu. Melainkan, dinaikkan Rp1 ribu hingga Rp1.500 saja.

Terhadap kenaikan tarif sekali masuk objek wisata, masyarakat meminta supaya dikaji ulang.

Baca Juga:  Bank BPRS Bhakti Sumekar Targetkan Layanan Skala Internasional di 2024 

Hal senada disampaikan anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Sami’oeddin. Menurutnya, kenaikan retribusi masuk wisata perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu.  Sebab jika langsung mendadak menaikkan tarif, diyakini membuat kaget masyarakat dan pada akhirnya enggan berkunjung lagi.

“Perlu dilakukan perencanaan secara matang,” ucap dia.

Selain itu, dirinya mengkritik OPD terkait, sebab saat ini destinasi wisata yang dikelola Pemkab Sumenep dinilai masih kocar-kacir dan butuh perbaikan. Sehingga, jika ngotot akan menaikkan retribusi masuk wisata, maka perlu memperbaiki kondisi objek wisata yang ada.

“Artinya, harus ada keseimbangan antara kenaikan tarif dengan fasilitas yang ada. Ini yang juga penting untuk dipikirkan,” tandasnya.

Minimal, menurut politisi PKB itu, perlu mengeluarkan anggaran dalam memperbaiki destinasi wisata yang dikelola Pemkab Sumenep. Jika seimbang antara tarif masuk dengan fasilitas yang ada, masyarakat tdk akan mengeluh.

Baca Juga:  UMKM Gili Iyang Harapkan Pendampingan dari Pemkab Sumenep

“Jika fasilitasnya hanya itu itu saja, lalu tarif naik, jelas ini tidak adil. Namun, jika fasilitasnya juga diperbaiki, diyakini kenaikan tarif tidak dikeluhkan oleh masyarakat. Kami harap, hal ini perlu menjadi bahan evaluasi,” paparnya.

Sesuai dengan regulasi baru, yang tertuang di dalam Perda Sumenep, Nomor 1 tahun 2024, tentang pajak daerah dan retribusi daerah, kenaikan tarif seperti wisata Pantai Lombang di Batang-Batang, pantai di Pasongsongan dan Museum Keraton Sumenep akan ada kenaikan tarif retribusi dari semula Rp5 ribu menjadi Rp10.000 sekali masuk.

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Fathor Rahman

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *