Kepala BPBD Pamekasan:  RTH Jauh dari Target

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) DIHIJAUKAN: Salah satu taman ruang terbuka hijau (RTH) yaitu Taman Adipura yang terletak di Jalan Panglegur depan Kantor Pengadilan Negeri Pamekasan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Setiap daerah wajib memiliki kawasan ruang terbuka hijau (RTH) sebanyak 30 persen dari seluruh luas wilayah perkotaan. Demikian juga dengan  Kabupaten Pamekasan yang harus memenuhinya. Hal itu berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan.

Namun demikian, meski sebelumnya Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Kajian Dampak Lingkungan dan Pemeliharaan Lingkungan DLH Pamekasan, Mohammad Saidi, mengungkapkan bahwa Pamekasan telah memiliki lebih 30 persen RTH dengan adanya tujuh titik RTH yang meliputi: Taman Arek Lancor, Taman Trunojoyo, Taman Adipura, Pintu Masuk Pamekasan, taman depan SMPN 4 Pamekasan, di samping SMPN 3 Pamekasan, dan Bundaran Asem Manis.

Bacaan Lainnya

Namun, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Amin Jabir, yang belum genap satu bulan dimutasi dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala DLH, mengungkapkan bahwa RTH di Kabupaten Pamekasan jauh dari target 30 persen.

Dia menjelaskan, kewajiban memiliki RTH seluas 30 persen dari wilayah perkotaan itu terbagi menjadi dua jenis. Yaitu RTH ruang publik, seperti di taman dan di jalan sebanyak 20 persen, dan RTH ruang pribadi seperti di rumah-rumah sebanyak 10 persen.

Sementara itu, dia mengungkapkan, sebelum dia dipindah dari DLH ke BPBD, data yang diketahuinya, RTH ruang publik di Pamekasan hanya mencapai 9,12 persen. Sementara RTH ruang pribadi milik masyarakat di rumah masing-masing hanya 4 persen.

“Jadi kewajiban pemkab, untuk RTH di kota masih kurang 11 persen. Sementara untuk kewajiban masyarakat masih kurang 6 persen,” ungkapnya. (ali/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *