Kepala Desa Alang-Alang Jalin Kerja Sama dengan UTM di Bidang Teknologi Digital untuk Kembangkan Desa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) INOVATIF: Kepala Desa Alang-Alang Fahrur Rozi menandatangani MoU dengan Universitas Trunojoyo Madura untuk pengembangkan desa.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Kepala Desa Alang-Alang Fahrur Rozi sedang berupaya mewujudkan Desa Smart Siber village. Pihaknya mengaku sudah bekerja sama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sejak tahun 2020 lalu. Rozi menjelaskan, beberapa bidang itu memunculkan teknologi modern, seperti BUMDes berbasis industri dan aplikasi desa.

“Saya ingin menjadikan desa kami ini sebagai desa e-government atau digitalisasi,” katanya, Selasa (13/7/2021).

Salah satunya berkat kerja sama dengan Fakultas Teknik UTM, kini desanya memiliki aplikasi desa di smartphone yang bisa diakses semua warga, khususnya mengenai informasi mengenai desa. Fungsinya yaitu agar masyarakat bisa memberikan saran, kritik, dan pengaduan mengenai tata kelola desanya.

“Jadi kami buatkan tentang pelayanan berbasis teknologi dan informasi. Kami MoU dengan Dekan Fakultas Teknik UTM, kami namai Desa Alang-Alang, masyarakat bisa mendownload itu untuk mengetahui informasi tentang desa kami,” tutur Rozi saat menceritakan inovasinya.

Inovasi lainnya yaitu membiaya pemuda desa yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Di mana biaya itu diambilkan dari dana desa,

“Tahun 2020 kami membiayai 7 anak, tahun ini ada 2 anak. MoU dengan UTM tahun 2019, sampai lulus tidak perlu mengeluarkan biaya apapun,” ungkapnya.

Desanya juga kerap dijadikan lokasi penelitian dari dosen sosiologi UTM. Baik dari segi problem solvingnya hingga karakteristik sosial di desanya. Ia juga sedang berinovasi untuk mengembangkan pertanian di desanya.

Salah satunya yakni pengembangan kluster jagung Madura 3 UTM. Pengembangan desanya itu diakuinya semua memang bekerja sama dengan UTM. Sebab, ia meyakini bahwa desa yang berkembang bagus itu adalah desa yang tidak lepas dengan tangan-tangan kampus. Sehingga, dia berharap ada simbiosis dengan PTN.

“Dan UTM adalah kampus yang berpotensi di Madura, untuk itu saya meminta UTM untuk melakukan pendampingan dalam berbagai hal mengembangan inovasi desa,” tuturnya.

Inovasi terbaru yang akan ia launching yakni kartu one family one card. Rozi mengatakan, kartu itu sebagai pengganti KTP dan KK untuk pelayanan di desanya. Maka, masyarakat yang ingin melakukan pengurusan di desa tidak perlu melakukan fotocopy berkas yang diperlukan. Sebab, semua informasi identitas mulai KTP hingga KK ada di kartu tersebut.

“Namanya sumber daya mandiri desa,” tukasnya. (ina/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *