Kepala DPMD Sampang dan Pihak Kecamatan Diperiksa Polres Sampang

(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) DIUSUT: Sejumlah saksi terus dipanggil untuk menberikan keterangan dugaan penyelewengan gaji perangkat desa di Kecamatan Robatal.

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Kasus dugaan penyelewengan gaji perangkat Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, terus bergulir. Terbaru, Satreskrim Polres Sampang memanggil Kasi Pembangunan (Kasipem) Kecamatan Robatal dan beberapa pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang.

Hal itu dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Sampang AKP Irwan Nugraha. Ia menyebut, pemanggilan dalam tahap penyelidikan itu hanya untuk meminta keterangan saksi.

“Iya betul surat pemanggilan sudah kami berikan untuk meminta keterangan saja,” ujarnya, Selasa (24/1/2022).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, proses hukum dugaan penyelewengan gaji ini akan memakan waktu. Sebab, terdapat banyak pihak yang harus dimintai keterangan. Tak hanya itu, dugaan tersebut dilakukan pada sejak tahun 2017 silam.

“Karena ini sudah lintas tahun, bahkan beberapa waktu yang sudah lewat, sehingga data perlu kami teliti lagi dan perlu buka banyak berkas,” terang AKP Irwan.

Sementara itu, Kepala DPMD Sampang Chalilurrahman mengakui telah memenuhi panggilan yang dilayangkan oleh Polres Sampang. Namun, dalam pemanggilan itu dihadiri oleh Kabid Bina Pemerintahan Desa DPMD Sampang.

“Kami akan terus kooperatif dalam kasus ini dan terus membantu Polres Sampang dalam pengungkapan kasus,” tegas Chalilurrahman.

Terpisah, Kasi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Robatal Arip juga telah mengetahui adanya pemanggilan itu. Ia juga mengaku akan kooperatif membantu Polres Sampang.

“Kalau di surat itu disebutkan untuk permintaan klarifikasi dan data mengenai permasalahan yang ada. Termasuk LPj Alokasi Dana Desa (ADD) sejak 2017 sampai tahun 2021 kemarin,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga diminta untuk menyiapkan surat keputusan (sk) perangkat Desa Pandiyangan serta berkas lain yang digunakan dalam penyelidikan polisi.

“Yang pasti, kami akan siapkan dokumen apapun yang dibutuhkan oleh pihak kepolisian,” pungkas Arip.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.