oleh

Kepala Sekolah Lega Sudah Keluarkan Siswa dari Sekolah

KABARMADURA.ID, Sumenep – Dua siswi SMA Negeri 1 Batuan, Sumenep,yang sebelumnya sudah dikembalikan pada orang tuanya (dikeluarkan), akhirnya memilih pindah sekolah. Alasannya, sangat aman dalam melakukan proses belajar mengajar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin saat kedua orangtua siswi tersebut dipanggil kekantornya. Dari situ diungkapkan bahwa akan memindahkan putrinya ke sekolah lain.

Dua siswi tersebut pindah ke SMA negeri lainnya di Sumenep. MN yang merupakan warga Bangkalpindah ke SMAN 2 Sumenep dan AFT yang berasal dari Jalan Raya Lenteng Desa Batuan pindah ke SMAN 1 Kalinget, Sumenep. Keduanya, sebelumnya duduk di kelas MIPA 2 SMAN 1 Batuan, Sumenep.

Syamsul juga  memastikan, dua siswi itu dapat sekolah kembali pada Selasa 17 November 2020.

“Kami menyarakankan agar tidak diperpanjang agar tidak memicu ketidakharmonisan siswa dengan pihak SMAN 1 Batuan,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Sekolah (Kasek)SMAN 1 Batuan Sumenep Salehoddin tetap berikukuh bahwa alasan mengeluarkan dua siswi itu karena menuduh disihir oleh gurunya. Guru yang dimkasud adalah Ahmad Fauzil asal Desa Pabian Sumenep.

Kata Salehoddin, guru senior yang saat ini mengajar Bahasa Daerah dan IPA tersebut, disebut sebagai penyihir saat salah satu orangtua siswi tersebut mendatangi rumahnya.Bahkan ucapan itu disebut dilakukan secara berulang-ulang.

Sedangkan orangtua siswi yang satunya, menyebut Ahmad Fauzil sebagai penyihir ketika datang ke sekolah untukmengantarkaan putrinya. Wali siswa itu, kata Salehoddin, menemui lalu menuduhAhmad Fauzil sebagai tukang sihir dan sempat mengancam saatmasihdi atas sepeda motor yang mesinnyamasih menyala.

Salehoddinjuga bersyukur setelah mendapat informasi bahwa kedua siswi tersebut sudah menemukan sekolah baru.

“Baguslah kalau sudah keluar sekolah dan saat ini pindah sekolah,” tukasnya.

Sebelumnya, dua siswi itu mendapat surat dari pihak SMAN 1 Batuan. Dalam suratuntuk siswi berinsial AFT itu, menyebut dikeluarkan dari sekolah karena menuduh salah seorang guru di SMAN 1 Sumenep menggunakan sihir.

Di narasi surat 421.3/177/101.6.31.5/2020 yang ditandatangani Kasek SMAN 1 Sumenep Salehoddin itu, memberi tindakan tegas berupa sanksi pengembalian siswa pada orangtua terhitung mulai 10 November 2020.(imd/waw)

Komentar

News Feed