Kepala SMAN 1 Pamekasan Ungkap Trik Sekolahnya Rutin Berprestasi Internasional

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) MEMBANGGAKAN: Gammanda Adhny El Zamzamy Latief, siswa SMAN 1 Pamekasan yang raih medali perak di ajang kompetisi sains internasional, IGEO ke-17.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pamekasan kembali mengantarkan siswanya berprestasi di ajang lomba sains bergengsi. Kali ini siswanya atas nama siswa Gammanda Adhny El Zamzamy Latief, mendapatkan medali perak dalam ajang International Geography Olympiad (IGEO) ke-17.

Prestasi itu tidak datang tiba-tiba, sudah dipersiapkan dengan pola pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Persiapan itu dilakukan sejak awal siswa masuk SMAN 1 Pamekasan, sehingga hasilnya sesuai dengan minat dan bakat keilmuan yang telah dipilih.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala SMAN 1 Pamekasan Moh. Arifin, alasan penggalian potensi siswa dipetakan sejak awal masuk sekolah, supaya sesuai dengan keinginan setiap siswa, karenanya dilakukanlah pembinaan kepada siswa sesuai dengan keinginannya, bahkan diarahkan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang memang fokus kepada bidang keilmuan yang disukai,

“Untuk bisa mengikuti olimpiade internasional itu tidak mudah, dalam artian harus melalui jenjang dari seleksi kabupaten, provinsi dan nasional, setelah itu diseleksi lagi yang mewakili Indonesia ke tingkat internasional, alhamdulillah Gamma ini termasuk dari 4 duta Indonesia yang mewakili di IGEO,” ungkap Arifin kepada Kabar Madura di ruang kerjanya,  Senin (23/8/2021).

Awalnya kompetisi tersebut akan dilakukan secara langsung di Turki selaku penyelenggara, tetapi karena mewabahnya Covid-19, pelaksanaannya dilakukan secara daring. Kompetisi yang dimulai sejak 10 hingga 16 Agustus 2021 ini diikuti 46 negara dengan total 179 peserta dan 4 di antaranya merupakan delegasi dari Indonesia.

“Jadi ini suatu hal yang memang patut diapresiasi, alhamdulillah sudah menjadi budaya prestasi di SMAN 1 Pamekasan dengan pola pembelajaran sesuai dengan bakatnya masing-masing, jadi yang mampu di bidang sains didorong supaya berprestasi,” tuturnya,

Diakuinya, pada ajang olimpiade internasional, raihan prestasi itu menjadi kali yang ketiga. Ketiganya didapat dalam kategori kejuaraan yang berbeda-beda.

Bahkan prestasi juga didapat di bidang non akademik. Pada tahun 2021, SMAN 1 Pamekasan mengantarkan siswanya menjadi juara pencak silat tingkat nasional.

“Di sekolah ini, kami menerapkan siswa harus diajari penanaman karakter disiplin, belajar mandiri dengan difasilitasi gurunya sebagai fasilitator dan membentuk semacam klub, misalnya klub sains fisika, kimia, geografi, ekonomi, ada masing-masing, sehingga anak tumbuh sesuai dengan kemampuannya,” urai Arifin mengenai strateginya dalam mencetak generasi unggul di sekolah yang dipimpinnya.

Mengenai pembinaan yang dilakukan kepada Gamma, Arifin menjabarkan, selalu diarahkan secara terus menerus untuk fokus belajar, bahkan mendatangkan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk bisa mendampinginya belajarnya, agar lolos seleksi nasional.

Selain itu, didampingi satu orang pembina yang merupakan mantan peraih medali emas yang saat ini sedang menempuh pendidikan jenjang magister di Singapura. Semuanya memberi pembinaan dan trik dan tips untuk bisa berprestasi.

“Kami memang berikan fasilitas yang memadai untuk bisa berkembang dan alhamdulillah upaya dari sekolah buahnya bisa mengantarkan siswa mendapatkan prestasi,” tutup Arifin. (rul/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *