Kepolisian di Madura Pastikan Terapkan Penyekatan Jalur Takbir Keliling

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) PENGAMANAN: Larang takbir keliling tetap berlaku pada hari raya Idul Fitri tahun 2021.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Pengamanan untuk antisipasi pagelaran takbir keliling mulai diketatkan. Namun empat kabupaten di Madura memiliki beragam kebijakan. Masing-masing kepolisian resor (polres) tetap mengerahkan pasukan keamanan, namun tidak semua melakukan penyekatan jalan.

Tahun 2020 lalu, kegiatan takbir keliling mulai dilarang karena mewabahnya Covid-19. Masyarakat dilarang berkerumun agar tidak menimbulkan masifnya penularan. Larangan itu juga berlaku di hari raya Idul Fitri tahun 2021 ini.

Bacaan Lainnya

Seperti pada Polres Pamekasan, terdapat 220 petugas yang disebar di lima titik pos pengamanan (pospam). Termasuk petugas patroli.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Pamekasan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nining Dyah Poespitosari mengatakan,  Pos Pam Ambet, Tlanakan, Pamekasan digunakan sebagai pos penyekatan larangan mudik. Penyekatan dimulai pada 6 Mei 2021 pukul 12.00 sampai 17 Mei 2021 pukul 12.00.

“Untuk takbir keliling seperti yang sudah-sudah, memang tidak ada takbir keliling, jadi memang tidak diperbolehkan untuk takbir keliling,” paparnya, Kamis (6/5/2021).

Langkah yang sama juga dilakukan Polres Sumenep. Sebanyak 160 personel polisi disiapkan untuk pengamanan, termasuk dari polsek di setiap kecamatan.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas menyarankan masyarakat cukup menggelar takbir di masjid. Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep Purwo Edi Prasetia mengaku tetap akan mengamankan kemungkinan terjadinya kerumunan, termasuk yang nekat menggelar takbir keliling.

Cara berbeda dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sampang yang memilih mentiadakan posko menyekat takbir keliling dan takbir akbar yang biasanya dilaksanakan setiap tahun.

Peniadaan itu lantaran dipastikan tidak ada kegiatan takbir akbar dan takbir keliling tersebut. Sebab pemerintah sudah melarang kegiatan yang memicu kerumunan dalam rangka memutus penyebaran wabah Covid-19.

Kasatlantas Polres Sampang, AKP Ayip Rizal melalui KBO Satlantas Polres Sampang Iptu Siswanto mengaku sudah koordinasi dengan polsek di semua kecamatan, kepala desa (kades) dan kelurahan. Dari kapolsek kemudian dilanjutkan ke bhabinkamtibmas setempat.

Selain itu, juga telah mengimbau para pemilik alat tabuh dug-dug untuk tidak berkeliling. Padahal, sempat terjadi aktivitas daul di area Monumen Sampang sekitar jam 01.00 malam.

“Penjagaan iya tetap, tapi kami sudah koordinasi dengan semua pihak terkait larangan ini, termasuk juga ke pemilik dug-dug sudah diberi imbauan akibat kejadian kemarin,” ujar Iptu Siswanto.

Untuk kegiatan takbir keliling, Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron memastikan ditiadakan. Artinya, masyarakat dilarang melakukan takbir keliling. Mereka hanya diperbolehkan melakukan takbir di masjid dan musala.

“Takbir keliling kami pastikan tidak boleh. Kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan takbir keliling dan tetap berada di rumah,” tegasnya.

Kepala Polres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto juga memastikan akan menindak masyarakat yang nekat takbir keliling. Tindakannya berupa pembubaran dan memulangkan mereka.

Namun pihaknya belum memetakan titik penyekatan lokasi yang digunakan masyarakat berkumpul untuk takbir keliling. Kendati demikian, semua area akan disisir agar tidak digunakan masyarakat untuk takbir keliling.

“Kami akan koordinasi dengan masing-masing polsek mengaktifkan bhabinkamtibmas saat malam takbir untuk menyekat pergerakan masyarakat yang mau takbir keliling,” jelasnya. (timKM/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *