Keputusan Komdis PSSI Dinilai Tidak Sinkron, Madura United dan Persipura Bisa Banding

(KM/ HENDRA WCP) TIDAK SINKRON: Persipura Jayapura hanya dihukum pengurangan tiga poin berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI Selasa (8/3/2021).

KABARMADURA.ID | Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menyidangkan kasus Persipura Jayapura yang tidak datang saat lawan Madura United di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali, Senin (21/2/2022).

Dalam surat Komdis PSSI nomor 071/L1 /SK/KD-PSSl/III/2022 itu, memutuskan tiga sanksi kepada Persipura Jayapura, ialah kalah walk out (WO) 3-0, pengurangan tiga poin, dan denda sebesar Rp250 juta.

Hal itu membuat Persipura Jayapura tetap terpaku di posisi ke-16 dengan hanya mengoleksi 23 poin (karena sanksi pengurangan tiga poin) dan hanya menyisakan lima pertandingan di BRI Liga 1 2021-2022.

Bacaan Lainnya

Sedangkan, Madura United menggeser PSM Makassar di posisi ke-11 dengan tambahan tiga poin, sehingga mengemas total 34 poin (tanpa hasil lawan Barito Putera). Serta, tim yang berjuluk Laskar Sape Kerrab itu masih menyisakan enam laga.

Keputusan dari sidang Komdis PSSI itu masih menuai sorotan dari Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali. Dia melihat, keputusannya tidak sesuai dengan Kode Disiplin PSSI Pasal 58 Ayat 1, seharusnya dalam keputusan itu ada pengurangan 9 poin, lantaran dilakukan oleh kontestan Liga 1.

Ya, Komdis PSSI memberikan keringan sanksi kepada Persipura Jayapura dengan empat landasan. Pertama, kepedulian penerapan protokol kesehatan dan kepekaan terhadap potensi terpapar Covid-19. Kedua, kehati-hatian Persipura Jayapura melakukan tes swab mandiri pada hari pertandingan. Ketiga, Persipura Jayapura melaporkan perkembangan kesehatan pemainnya ke PT Liga Indonesia Baru (LIB). Keempat, rapat darurat harusnya digelar oleh PT LIB.

Namun, Akmal juga memandang landasan tersebut juga tidak sinkron dengan regulasi BRI Liga 1 2021-2022, Pasal 52 ayat 1 soal PT LIB yang punya wewenang untuk melakukan tes swab dan mengumumkan hasilnya, serta ayat 7 soal rapat darurat hanya bisa digelar saat tim hanya memiliki pemain kurang dari 14 skuad.

Dalam kasus tersebut, PT LIB telah melakukan tes ulang kepada pemain dan official Persipura Jayapura pada hari pertandingan. Hasilnya tertuang dalam surat PT LIB Nomor 100/LIB-KOM/II/2022 yang menunjukkan 21 pemain dan tujuh official Persipura Jayapura bebas Covid-19. Rapat darurat pun tidak memenuhi syarat untuk digelar.

“Dalam hal pelanggaran dilakukan oleh klub partisipan Liga 1 dan 2, maka klub dinyatakan kalah dan dikurangi 9 poin. Regulasi dan keputusan tidak sinkron. Ini harusnya yang menjadi pijakan (Regulasi BRI Liga 1 2021-2022 Pasal 52), sama seperti tim-tim lainnya,” ucapnya kepada Kabar Madura, Rabu (9/3/2022) siang.

Sementara itu, Anggota Komdis PSSI Umar Husin menegaskan, keputusan itu diambil dengan pertimbangan yang matang, karena kasus yang tidak mudah. Bahkan, pihaknya melakukan sidang sebanyak 10 kali.

Serta, dia juga menyampaikan, PT LIB juga dikenakan hukuman lantaran tidak mengindahkan surat dari Persipura Jayapura untuk menggelar rapat darurat.

“Berkali-kali (disidangkan). 10 kali ada. Karena kasusnya tidak sesederhana itu. LIB-nya kami hukum juga. Persipura juga salah tidak datang, cuman kesalahannya tidak mutlak di Persipura,” tegasnya.

Kedua kesebelasan masih melakukan banding ke Komite Banding PSSI. Seperti yang tertuang dalam Kode Disiplin PSSI 2018 Pasal 121 Ayat 1. Dimana dalam ayat itu banding bisa dilakukan dengan pemberitahuan tertulis tiga hari pasca keputusan. Serta, di pasal yang sama Ayat 2 menunjukkan alasan banding diserahkan secara tertulis dalam waktu tujuh hari setelah pemberitahuan permohonan.

Sementara itu, Persipura Jayapura mengambil kesempatan itu dengan menegaskan akan melakukan banding ke Komite Banding PSSI. Banding itu terkait hukuman terhadap klub yang meliputi tiga macam sanksi, serta hukuman terhadap manajer timnya Arvydas Ridwan Madubun juga disanksi denda Rp50 juta dan larangan beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan.

Reporter: Syahid Mujtahidy

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.