oleh

Kesadaran Karyawan Ikut BPJS Ketenagakerjaan Masih Rendah

Kabarmadura.id/Sumenep-Pekerja atau karyawan di Sumenep masih lebih banyak yang tidak ikut BPJS ketenagakerjaan dibandingkan yang sudah terdaftar. Hal itu dinilai, karena masih minimnya kesadaran para pekerja untuk mengikuti program tersebut.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sumenep Ihsan menyampaikan, pola pikir masyarakat masih terbilang masih condong merasa dirugikan ketika ikut program BPJS ketenagakerjaan. Padahal, tidak menutup kemungkinan ada persoalan dalam proses pekerjaannya.

“Mereka (karyawan, red) menganggap gajinya dipotong, mereka tidak memikirkan dampaknya, terutama kalau seperti sales, jika terjadi ke kecelakaan di jalan, kan bisa ditanggung pemerintah, baik dalam proses menuju tempat kerja, lalu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” terangnya.

Terkait sosialisasi untuk menggugah kesadaran para karyawan, Ihsan mengaku susah masif memberikan sosialisasi terhadap perusahaan-perusahan. Tapi hasilnya belum sesuai harapan.

“Misalnya, termasuk keluarga, anaknya misalnya bisa mendapatkan tanggungan biaya siswa jika ikut BPJS. Kami menawarkan mereka tetap tidak mau, padahal didatangi ke perusahaannya,” imbuhnya.

Diungkapkan, dari sekitar 29 ribu karyawan atau pekerja di Sumenep, baru 11.159 karyawan yang sudah tercover BPJS ketenagakerjaan. Sementara sekitar 18 ribu masih belum mengikuti BPJS.

Rata-rata, yang sudah terdaftar ke dalam BPJS ketenagakerjaan, menurut Ihsan merupakan karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan besar.

“Perusahaan besar saja kalau di sini, untuk yang hanya badan usaha seperti pertokoan masih belum. Padahal mereka sudah UMK, kan salah satu tunjangan yang akan didapatkan dari program BPJS adalah mendapatkan tunjangan 40 kali gaji, misalnya kecelakaan lalu meninggal” pungkasannya. (ara/ong)

 

Komentar

News Feed