oleh

Kesadaran Masyarakat Masih Rendah, Dispendukcapil Bakal Ajukan Anggaran Sosialisasi Data Kependudukan

Kabarmadura.id/Sumenep -Kesadaran masyarakat untuk secara berkala memperbarui identitas kependudukan dianggap masih rendah. Padahal, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep sudah mempermudah pelayanan dengan membuka Mall Pelayanan Publik (MPP).

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep Sahwan Efendi mengatakan, masyarakat hanya melakukan pengurusan identitas ketika mempunyai kepentingan sendiri, artinya bukan karena kesadaran yang timbul dari dirinya sendiri.

“Mereka datang ke sini ketika mau dapat bantuan karena tanggal lahir atau nama tidak sesuai yang di KK dengan KTP, begitu juga sebaliknya. Kalau tidak ada kepentingan mereka malah mengabaikan itu,” katanya, kemarin.

Padahal menurut Sahwan, hal itu merupakan kerugian tersendiri bagi yang bersangkutan, apalagi jika berhubungan dengan layanan kesehatan dan layanan yang lainnya yang memang membutuhkan kevalidan data. Sementara untuk dari pihaknya sendiri tidak ada target untuk menyesuaikan data identitas tersebut. Sebab, jika data kependudukan tidak valid, maka yang dirugikan adalah yang bersangkutan.

“Lemah sekali, bisa dikatakan kalau kepentingan sendiri baru ngurus. Itu pola pikir masyarakat kita yang perlu diubah. Ya kalau sehat terus, kalau tiba-tiba sakit dan butuh BPJS gimana,” imbuhnya.

Sementara untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan mengajukan permohonan anggaraan untuk menggelar sosialisasi kepada masyarakat. Karena memang sejauh ini pihaknya mengakui bahwa secara khusus tidak menggelar sosialisasi untuk kesadaran masyarakat.

“Meskipun sosialisasi itu nantinya akan dinilai lambat. Sebab sosialisasi sekarang ini sudah tidak zaman tapi sebagai evaluasi maka akan diusahakan ada anggaraan sosialisasi,” paparnya.

Sementara itu anggota Komisi ll DPRD Sumenep Nurus Salam menyampaikan, kesadaran masyarakat tidak tumbuh dengan sendirinya, sehingga mestinya sejak awal sudah diberikan pendampingan baik berupa pembinaan maupun yang lainnya.

“Manfaatkan camat, aparatur desa. Hal itu menurut saya sangat efektif. Ke kadus-kadus  di sela-sela bertugas untuk desa juga sambil lalu difungsikan untuk memberikan pencerahan,” sarannya. (ara/pai)

Komentar

News Feed