oleh

Kesadaran Rendah, Pengunjung Pasar Abaikan Protokol Kesehatan

Kabarmadura.id/Sumenep-Kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan di tengah wabah Covid-19 masih rendah. Berdasarkan pantauan di lokasi ramai seperti Pasar Anom Sumenep dan Pasar Lenteng, masih banyak ditemukan masyarakat berkerumun dan tidak ikut protokol kesehatan.

Hasiyah (45), pengunjung pasar asal Kecamatan Lenteng mengatakan, meskipun ada edaran pemerintah tentang larangan berkerumun, namun tingkat kesadaran pedagang dan pembeli dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 dinilai masih rendah.

“Masyarakat memilih tidak pakai masker. Sebab, banyak alasan. Karena buru-buru dan tidak punya uang untuk membeli masker termasuk saya ,” katanya, Kamis (21/05/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas perindusrtrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra menyampaikan, pihaknya terus mensosialisasikan physical distancing atau jaga jarak fisik kepada para pedagang dan pembeli di lingkungan pasar. Bahkan pihaknya juga menggandeng jajaran Satpol PP, kepolisian, dan TNI untuk mengedukasi para pedagang itu.

“Rencana kita kasih pembatas lagi agar pedagang dan pembeli tidak bersentuhan,” ujarnya.

Selain memasang garis pembatas, lanjut dia, pihaknya juga mewajibkan pedagang dan pembeli menggunakan masker saat masuk di area Pasar tersebut. Pihaknya juga menerapkan kebijakan agar tidak melakukan jabat tangan atau menyentuh salah satu tangan antara penjual dan pembeli.

“Kami sudah berusaha. Tetapi, masyarakat terus mangkel,” ujarnya.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, mengenai banyaknya masyarakat yang berkerumun dan tidak mengikuti protokol kesehatan, pihak kepolisian mengaku senantiasa melakukan pengawasan.

“Saya sering mengingatkan pada masyarakat. Bahkan, pernah membubarkan. Tetapi mau gimana lagi wong masyarakat sangat bandel,” paparnya.

Menurutnya, problem utamanya memang ada pada rendahnya kesadaran masyarakat.

“Emang masyarakatnya yang tidak disiplin. Bahkan mulutku sampai berbusa untuk memberikan imbauan pada masyarakat itu,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan, kerumunan di tengah masyarakat memang kadang tidak terkendali dan mengabaikan protokol kesehatan.

“Sadar diri serta dorongan dari pemerintah sangat dibutuhkan dalam pencegahan Covid-19,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed