oleh

Kesadaran Uji Kir Terus Turun, PAD Tidak Capai Target

Kabarmadura.id/Sumenep-Sanksi denda bagi kendaraan pengangkut penumpang dan barang yang enggan melakukan pengujian kendaraan bermotor (PKB) atau biasa disebut uji kir, tidak membuat jera. Bahkan, jumlahnya cenderung meningkat dibandingkan tahun lalu.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep Novel mengatakan, partisipasi masyarakat dalam melakukan pengujian secara rutin tidak terlalu besar.

Termasuk sanksi denda kepada sejumlah kendaraan yang lalai uji kir, ternyata tidak membuat jera. Hal itu terbukti semakin banyaknya jumlah kendaraan yang terdata tidak melakukan pengujian.

“Namanya juga masyarakat, masih ada yang melanggar ketentuan untuk melakukan pengujian, didenda sudah, padahal itu untuk memastikan stabilitas kendaraannya, karena jika sudah tidak stabil bisa rawan mengalami kecelakaan,” katanya, Rabu (6/11/2019).

Dsihub Sumenep mencatat, sebanyak 733 kendaraan yang tahun ini sudah jelas tidak melakukan uji kir. Jumlah tersebut tergolong meningkat dari tahun sebelumnya. Sementara jumlah keseluruhan kendaraan yang wajib uji kir tahun ini sebanyak 6.972.

Sejauh ini, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tersebut masih berkisar 56,7 persen dari target senilai Rp775.334.500. Saat ini capaiannya masih Rp432.460.000. Itu terhitung sejak Januari hingga Oktober 2019.

Mengenai biaya pengujian, dibagi menjadi dua, pertama pengujian berkala pertama yang meliputi mobil penumpang umum atau mobil barang sebesar Rp40.000, kereta gandeng sebesar Rp50.000.

Menurut Novel, penyebab belum tercapainya target retribusi PAD adalah karena jumlah kendaraan yang rutin melakukan pengujian semakin berkurang, bisa karena melakukan pengujian di luar Sumenap atau lantaran kelalaian.

“Sampai Bulan Oktober kemarin itu mestinya jumlah keseluruhan denda yang sudah terkumpul itu sebesar Rp11.001.000, dengan rincian Rp15.000 sanksi per kendaraan,” imbuhnya.

Dikatakan, berbagai upaya untuk meningkatkan kedisiplinan para pengendara untuk uji kir sudah dilakukan, mulai dari imbauan, penerapan sanksi, dan denda secara lalu lintas.

“Mereka yang buku pengujian kendaraan mati itu pasti ditilang oleh polantas, itu sudah upaya kami,” pungkasnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed