oleh

Kesampingkan Gengsi “Jualan” Jamu Tradisional

Tetap Abdikan Diri Sebagai Tenaga Pendidik

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Mengesampingkan gengsi untuk berwirausaha menjadi modal dari sebagian orang dalam meraih kesuksesan. Semangat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga merupakan dorongan dari setiap orang. Hal itu juga dirasakan oleh Syarifatul Jannah, seorang dosen yang nyambi berwirausaha jualan jamu tradisional.

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN

Wanita yang lahir di Pamekasan pada 18 Juni 1977 itu, memulai usaha jamu tradisional pada 2018. Sejak itu dia menseriusi usaha tersebut dengan membuat CV usaha Fatindo. Dengan CV itu, dirinya mampu meningkatkan pemasaran usaha jamu tradisional Madura dengan produk unggulan Sari Pinang.

Dirinya menceritakan, rata-rata konsumen jamu yang dia produksi, sangat merasakan khasiat dari jamu tradional yang dijualnya. Bahkan, di tengah Covid-19, pemasukannya malah semakin meningkat, pasalnya masyarakat sudah memahami bahwa menkonsumsi jamu yang bisa meningkatkan imun tubuh.

“Alhamdulillah semakin hari semakin bertambah peminatnya,” ungkapnya saat ditemui Kabar Madura di kediamannya, Selasa (6/10/2020).

Diceritakannya, memilih tetap berwirausaha di tengah kesibukan sebagai seorang pendidik di IAI Al-Khairat Pamekasan, tidak menyusutkan niat untuk terus memberikan pelayanan yang prima bagi keluarga. Dalam aktivitasnya, dia tidak pernah meinggalkan tugas sebagai seorang ibu rumah tangga yang terus melayani kebutuhan keluarga setiap hari, tanpa mengesampingkan tanggung jawab profesi sebagai dosen.

“Saya akan terus memberikan yang terbaik untuk keluarga dan semua mahasiswa saya di kampus, sebab semangat mengabdikan diri untuk kebaikan terus menggelora,” paparnya.

Lulusan Magister Ekonomi di Wijaya Putra Surabaya itu bertekad dalam berwirasusaha tidak akan mengenal rasa gengsi. Dalam menjalankan usaha harus didasari dengan cinta, sebab jika sudah cinta, rasa bosan tidak akan pernah ada.

“Menjalankan usaha harus didasari dengan tulus, sehingga bisa barokah hasilnya,” ucapanya.

Sosok yang sangat ramah itu berharap kepada pemuda di kabupaten yang berjuluk Gerbang Salam, untuk bisa mulai merintis karir sedini mungkin sebagai investasi penopang kesejahteraan keluarga di masa depan.

“Lebih baik mencipatakan lapangan kerja, sekecil apapun usahanya, karena hal yang besar itu dirintis dari yang kecil,” pungkasnya. (pin)

Komentar

News Feed