Kesederhanaan Mujiburrahman Jalani Hidup, Antarkan Jadi Legislator

  • Whatsapp
SERASI: Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Mujibburrahman bersama istri.

Kabarmadura.id-Selalu menanam kesederhanaan, rendah hati, keikhlasan atas dasar pengabdian, bukan mencari kehidupan. Itulah prinsip yang selalu dipakai oleh salah satu politikus Bangkalan, Mujibburrahman.

FA’IN NADOFATUL M, BANGKALAN

Pria yang saat ini menjabat sebagai ketua komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan tersebut, juga berprinsip selalu memberikan pelayanan terbaik tanpa memandang status sosial, kelompok dan golongan.

Ditambah lahi, selalu menebarkan semangat saat mejalankan amanah. Perluas jaringan dan silaturrahim sebagai penguat pencapaian program. Tidak sombong dan selalu menghargai orang lain.

Dalam meniti karirnya di dunia politik, Mujibburrahman memulainya dari bawah, dari nol. Hal itulah yang mendasarinya selalu memegang teguh prinsip tersebut. Sebab, dirinya mengerti seperti apa rasanya dipandang sebelah mata.

Berasal dari keluarga yang pas-pasan, Mujibburhaman sejak kecil sudah mandiri. Setelah lulus sekolah dasar (SD), sudah mencari penghasilan sendiri. Saat itu, dia berjualan pisang goreng selepas pulang sekolah.

“Sejak kecil saya ini sudah hidup dengan bekerja keras bahkan sampai lulus sekolah menengah atas (SMA),” katanya sambil mengingat masa lalunya, Kamis, (3/10/2019).

Mujibburhaman lahir di Kecamatan Galis, Bangkalan. Dirinya merasa bertanggung jawab pada keluarganya sejak kecil. Sebab, ibunya telah meninggal saat dirinya kecil. Mujibburhaman merupakan anak laki-laki pertama dari 18 bersaudara. Ayahnya hanya seorang kuli bangunan dengan gaji yang kecil.

Ketika ditinggal ibunya, Mujibburahman kecil tidak patah semangat. Itu malah membuat cambuk semangat dalam dirinya agar perekonomian keluarganya tidak kekurangan. Rasa malu ketika berjualan selepas pulang sekolah, tidak dipedulikannya lagi.

“Dalam hati saya, yang penting saudara-saudara saya bisa makan. Tidak peduli mau dicemooh dan direndahkan waktu itu,” lanjutnya.

Bahkan, Mujibburahman tidak mengenal waktu libur. Libur sekolah tetap ia gunakan berjualan dan kerja serabutan. Hal tersebut ia lakukan untuk membantu ayahnya dan tidak ingin melihat adik-adiknya kelaparan.

Semua pekerjaan telah ia lakoni, mulai dari karyawan di sebuah perusahaan di Jakarta dengan posisi buruh mingguan, hingga pernah juga menjadi kernet dan sopir truk. Namun dilandasi dengan sifat kesederhanaan, kemandiriannya yang kuat membuat Mujibburahman muda meninggalkan pekerjaannya dan lebih memilih melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah  walaupun dengan modal pas-pasan.

“Saya harus lanjut sekolah, biar saya jadi orang yang sukses dan semua itu kembali lagi saya lakukan demi keluarga,” ucapnya

Dari situlah, semangatnya tetap berkobar. Hingga akhirnya dirinya ikut di dunia politik. Sebab, dirinya tahu betul bagaimana menjadi rakyat kecil yang harus berjuang. Dari situ juga, Mujibburrahman ingin memeperjuangkan aspirasi-aspirasi masyarakat Bangkalan. Dirinya hanya ingin melihat kesejahteraan masyarakat Bangkalan agar tidak ada lagi rakyatnya merasa kekurangan.

Melalui pengalamannya sebagai masyarakat miskin selama puluhan tahun, Mujibburahman juga ingin mampu merangkul sejumlah kalangan masyarakat yang akhirnya membawa dirinya menjadi salah satu anggota wakil rakyat yang duduk di kursi parlemen di tingkat Kabupaten Bangkalan.

Kini, dirinya  yang menjabat sebagai ketua Komisi A DPRD Bangkalan, harus bisa mengemban tugas dan tanggung jawab yang berat, baik sebagai wakil rakyat, tokoh partai.

Selain aktif sebagai politikus, dirinya juga sempat aktif  sebagai koordinator organisasi. Organisasi-organisasi yang pernah ia ikuti yakni Lembaga Swadaya Msyarakat (LSM) Gerbang Mas Bangkalan, anggota LSM Gerbang Salam Bangkalan,dan pengurus NU, Fakher mania PP Syachona Moh Cholil Bangkalan,dan masih banyak lagi kegiatan dari pada dirinya.

Karena merasa berangkat dari bawah juga, Mujibburhaman  tidak hanya mengambil keuntungan untuk dirinya pribadi dan keluarga, namun hasil keuntungan dari kerja kerasnya sebagai pengusaha dan anggota legislatif  ingin agar supaya sisa hidupnya bisa bermanfaat untuk orang lain yang lebih membutuhkan.

“Semoga di sisa hidup saya ini bisa bermanfaat untuk orang lain dan menjadi orang yang ahli dalam bershodaqoh,” pungkasnya. (waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *