Kesejahteraan Tiga Ribu Guru Kepulauan di Bawah Naungan Kemenag Sumenep Terabaikan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOK) TIDAK MERATA: Tidak semua guru kepulauan di Sumenep mendapatkan jatah tunjangan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Kesejahteraan  guru kepulauan di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep kurang diperhatikan. Hal itu terbukti dari  tiga ribu guru kepulauan tanpa ada tunjangan khusus bagi mereka.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Sumenep Muhammad Sadiq mengatakan, tidak ada tunjangan khusus bagi guru kepulauan. Diakuinya jika di instansinya anggaran terbatas dan tidak mencukupi.

Melihat kondisi itu, semestinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bisa lebih peka dengan mengkhususkan aggaran bagi guru di daerah terpencil itu.

“Paling tidak tahun berikutnya, ada bantuan, atau tunjangan khusus untuk daerah terpencil itu,” katanya, Minggu (11/7/2021)

Dikatakannya, pemerataan pendidikan itu harus menjadi semangat bagi pemerintah. Sebab, pihak kemenag saat ini belum memiliki anggaran khusus.

“Kemenag akan juga memperjuangkan,” ucapnya.

Dijelaskan Sadik, guru di lingkungan kemenag ada sekitar 12 ribu, semuanya juga akan terus diperjuangkan dalam hal kesejahteraan guru. Dengan demikian, semangat mengajar para guru dapat ditingkatkan.

“Kami juga berharap kesejahteraan guru dapat diperhatikan,” ujar dia.

Sementara di sisi lain berbeda dengan kesejahteraan guru di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep. Tercatat kesejahteraan guru kepulauan ada tunjangan khusus. Anggarannya senilai Rp1 miliar lebih untuk 111 guru.

“Saat ini masih proses pencairan,” kata Sunarto Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Ketenagaan Dinas Pendidikan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep Didik Suharto mengatakan, pendidikan bermutu membutuhkan guru yang sejahtera dan bermartabat. Hal tersebut sangat penting mengingat guru merupakan komponen strategis yang meletakkan dasar yang tegas dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Kami berharap kesejahteraan guru, khususnya kepulauan juga lebih diprioritaskan,” pungkasnya. (imd/mam)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *