Keselamatan Pekerja Terabaikan, JLS Diragukan Rampung Tepat Waktu


Keselamatan Pekerja Terabaikan, JLS Diragukan Rampung Tepat Waktu
(KM/ALI WAFA) MENANTANG BAHAYA: Salah seorang pekerja JLS tanpa mengenakan safety helmet sedang berada di atas tiang perancang yang akan dicor, Senin (19/9/2022).

KABARMADURA.ID | SAMPANG–Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang menggelar inspeksi mendadak (sidak) pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS), Senin (19/9/2022). Salah satu hasil sidak tersebut yaitu progres pengerjaan JLS sampai saat ini masih mencapai 70 persen.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Abdus Salam mengaku pesimis pembangunan JLS dapat rampung 100 persen sesuai waktu yang telah ditentukan dalam surat perjanjian kontrak (SPK). Sebab, proyek senilai Rp200 miliar itu harus selesai pada tanggal 15 Desember tahun ini.

“Waktunya tinggal dua bulan. Saya tidak optimistis ini akan selesai tepat waktu,” ucapnya, Senin (19/9/2022).

Opininya bukan tanpa dasar. Sebab, proyek jalan sepanjang 7,4 kilometer itu sampai saat ini belum melalui proses hotmix. Bahkan, pemasangan tiang pancang belum selesai. Karena itu, pihaknya mendesak pelaksana mempercepat pengerjaan agar tidak melebihi batas waktu yang ditentukan.

Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, dalam sidaknya, Komisi III menemukan dua hal kejanggalan pada pembangunan JLS. Pertama, batu yang digunakan sebagai konstruksi saluran di sepanjang jalan bukan batu gunung yang kokoh, melainkan batu pasir (sirtu) yang mudah rapuh.

“Kalau batunya batu sirtu seperti ini bagaimana mau kokoh. Harusnya batu gunung yang kokoh itu,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pantauan Kabar Madura di lapangan, sejumlah pekerja terlihat memaksakan diri bekerja tanpa pengaman yang sesuai standar. Hal itu juga menjadi temuan Komisi III dalam sidaknya. Beberapa pekerja tidak mengenakan helm pengaman atau safety helmet.

Sebab itu, pihaknya menuding kontraktor JLS mengabaikan keselamatan kesehatan kerja (K3) konstruksi. Padahal, peyek tersebut merupakan salah satu proyek jumbo di Madura. Proses pembangunannya mirip dengan pembangunan jalan tol.

“Ini sama halnya mengabaikan keselamatan pekerja. Beton dan besi di sini besar-besar, apa itu tidak bahaya,” sesal pria yang karib dipanggil Abah Dus itu.

Namun demikian, staf pelaksana teknis dari PT. Asri yang berada di lokasi, Erwin Setyawibowo, mengaku telah memperhatikan keselamatan pekerja. Bahkan dia mengaku telah menegur para pekerja yang tidak mengenakan safety helmet saat bekerja.

“Nanti kami peringatkan,” ujarnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna