oleh

Kesibukan IDI Semakin Berlipat, Jarang Bertemu Keluarga

Kabarmadura.id/SUMENEP-Ikatan Dokter Indonesia (IDI)Sumenep memiliki kegiatan tahunan bernama Sumenep Pertemuan Ilmiah Tahunan (Sumpit). Melalui pertemuan tahunan bidang ilmiah di dunia kedokteran tersebut, terdapat berbagai diskusi tentang perkembangan ilmu kedokteran dalam menangani berbagai penyakit.

Pada pertemuan tersebut, IDI Sumenep juga biasanya akan menggelar bakti sosial dan tentunya kampanye perilaku hidup sehat terhadap warga Sumenep.

Sejak wabah Covid-19 masuk ke Indonesia hingga ditetapkan sebagai darurat bencana kesehatan oleh pemerintah, aktivitas bakti sosial dan kampanye perilaku hidup sehat itu semakin padat.

Selain profesinya sebagai dokter yang juga  memasuki masa padat tugas,tensi bertugas yang semula masih memungkinkan untuk beristirahat dengan keluarga dengan waktu cukup, sebagai wujud pengabdian,untuk saat ini terpaksa dikurangi karena kesibukannya berlipat.

Ketua IDI Sumenep, Dr Abdul Aziz, Sp Rad, menguraikan, bentuk pengabdian IDI  disesuaikan dengan kebutuhan warga. Misalnya, dalam memerangi wabah Covid-19, seringturun ke sekolah untuk memberikan alat pelindung diri (APD) dan memberikan sosialisasi langsung tentang kesehatan dan tentunya tentang Covid-19.

Generasi Sehat, itulah misi yang diemban IDI Sumenep dalam memberikan sosialisasi dan kampanye kesehatan yang disampaikan kepada siswa sekolah dasar (SD). Misi tersebutsebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), demi Indonesia unggul.

Pada Juli ini, Indonesia sudah memasuki bulan kelima wabah Covid-19, tingkat kewaspdaan warga semakin berkurang meski jumlah orang yang terinfeksi makin meningkat.

Kondisi tersebut, diakuinya, membuat rekan seprofesinya harus bekerja lebih ekstra dalam penanganan pasien terinfeksi Covid-19, termasuk menyadarkan warga akan bahanya virusyang hingga kini belum ditemukan obat dan vaksinnya itu.

“Kami harus lebih getol lagi dalam memberikan pemahaman dan aktif dalam memberikan penanganan,” katanya, Minggu (19/7/2020), sambil menegaskanbahwa dari 160 anggota IDI Sumenep, terdapat 4 dokter di Sumenep yang sudah dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Terlepas dari tuntutan aktivitasnya terikat sumpah pengabdian, IDI Sumenep mewajibkan anggotanya untuk mengumpulkan iuran untuk organisasi dan 10 persen dari kas yang terkumpul digunakan sebagai bakti sosial.(ara/bri/waw)

 

Komentar

News Feed