Kesra Sekretariat Pemkab Sampang Sediakan Rp1,5 Miliar untuk Anak Yatim

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) OPTIMALKAN: Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Pemkab Sampang, mulai merealisasikan program bantuan sosial (bansos) terhadap anak yatim.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Bantuan sosial (bansos) terhadap anak yatim di Kabupaten Sampang mulai terealisasi. Anggaran yang disediakan untuk bansos tersebut mencapai Rp1,5 miliar. Dana itu, bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun ini. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Pemkab Sampang, Tholkhah, Minggu (07/02/2021).

Menurutnya, target penerima bansos khusus anak yatim sebanyak 6.000 dalam setahun dengan pagu anggaran Rp1,5. Para anak yatim akan menerima bantuan berupa uang sebesar Rp250 ribu per orang. Sedangkan mekanisme penyalurannya, bansos diberikan setiap satu bulan sekali. Tepatnya, setiap hari Jumat manis ke setiap kecamatan secara bertahap.

“Program ini (bansos yatim red) sudah terlaksana, maka di bulan pertama sudah ada 500 anak yatim yang menerima bantuan. Bantuan ini, akan dilakukan secara bertahap dengan jumlah penerima dalam setahun sebanyak 6000 ribu anak yatim,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, meski secara teknis sudah terlaksana, namun kondisi di lapangan masih perlu dioptimalkan. Seperti, administrasi data penerima. Sebab, masih terdapat beberapa data yang belum valid, seperti kartu keluarga (KK). Menurutnya, terdapat kriteria khusus untuk para penerima yakni mengenai batasan umur.

“Kategori umur ini di bawah 14 tahun. Jika di atas 14 tahun, anak yatim tersebut tidak dijadikan sebagai penerima. Sedangkan untuk teknis penyalurannya, kami komunikasi dengan kecamatan dan desa. Sehingga kecamatan dan desa menginformasikan kepada penerima, karena program itu, untuk anak yatim, pihak desa yang mengantarkan semua anak yatim ke tempat pengambilan,” jelasnya.

Disinggung mengenai jumlah anak yatim, pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti. Sedangkan, jumlah 6.000 anak yatim dalam setahun merupakan data sementara. Pihaknya berjanji, kedepan akan berinovasi untuk mendata semua anak yatim di daerah. “Insyaallah tidak ada penambahan, tapi ke depan insyaallah kami akan melakukan pendataan ulang,” janjinya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *