oleh

Kesulitan Dana, Bupati Bangkalan Hapus Program Santripreneur

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Program Santripreneur yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, terpaksa harus dihentikan. Program yang sebelumnya menjadi atensi khusus Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron  di tahun 2020 tersebut, tidak lagi mendapatkan pendanaan.

Sebelumnya, program tersebut direncanakan untuk jangka panjang. Tetapi di tahun 2021, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) Bangkalan tidak lagi mendapatkan anggaran untuk kegiatan tersebut.

Kepala Diskop UM Bangkalan Iskandar Ahadiyat menyampaikan, kegiatan tersebut sebelumnya memang menjadi atensi khusus bupati, agar pondok pesantren dapat menyiapkan para santrinya agar lebih mandiri dan kreatif.

“Tahun sebelumnya memang rencananya akan jangka panjang, tapi sepertinya tidak bisa,” katanya.

Tahun 2020, program tersebut dilakukan dengan pelatihan langsung oleh instruktur selama 3 hari. Setelah itu, para peserta juga didampingi dengan intensif agar bisa terus berkembang dan bisa membuka usaha mandiri. Program ini juga diharapkan menjadi sarana, agar wirausaha di Bangkalan bisa lebih maju.

Menurut lelaki yang akrab disapa Yayat tersebut, pada tahun 2021, program tersebut tidak lagi dicantumkan dalam rencana program dinas yang didanai oleh Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD), sehingga kemungkinan besar tidak bisa dilanjutkan.

“Setelah saya masuk di sini, memang kegiatan itu sudah tidak lagi jadi prioritas,” tambahnya.

Salah satu alasan kuat pemerintah kabupaten tidak lagi mendanai kegiatan itu, karena adanya pemangkasan dana dari pemerintah pusat untuk penanganan Covid-19, bahkan sudah tidak ada sisa untuk kegiatan itu.

“Semuanya direfocusing, jadi tahun ini saya tidak memasukkan dalam APBD,” ungkap Yayat.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Bangkalan Moh Rokib memaklumi jika beberapa anggaran kegiatan dipangkas karena refocusing penanganan Covid-19. Tetapi juga harus melihat dampak dari kegiatan yang dihapus tersebut.

“Harusnya kalau memang jadi prioritas ini kan tidak perlu sampai dihapus, cukup dikurangi saja,” terangnya.

Politisi PDI Perjuangan itu berharap agar usaha mikro di Bangkalan lebih maju. Bahkan, seharusnya dengan program Santripreneur, Bangkalan bisa memiliki ciri khas penjualan produk yang dipelopori oleh para santri.

“Kota ini memiliki peluang besar dari para santri dan banyak pondok pesantren, makanya harusnya dipertahankan,” pungkasnya. (km59/waw)

Komentar

News Feed