Kesulitan Gunakan Aplikasi SIPBOS, Beberapa Sekolah Belum Cairkan Dana BOS Semester II

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ZUBAIDI) KESULITAN: Beberapa sekolah belum bisa mencairkan dana BOS semester II sebab belum mengetahui penggunaan aplikasi terbaru.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp52,5 triliun masih tersendat. Beberapa sekolah di Pamekasan mengaku masih belum bisa mencairkan dana tersebut.

Padahal, dana BOS tahun 2021 sudah memasuki semester II. Padahal banyak sekolah yang menunggu bantuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) tersebut.

Kepala SDN Pademawu Barat I Muheth mengaku, pihaknya kesulitan untuk mencairkan dana BOS. Ia menjelaskan bawah aplikasi yang digunakan untuk mencairkan dana BOS masih terbilang baru. Sehingga beberapa sekolah masih banyak yang belum mengetahui cara pengisiannya.

“Kepala sekolah belum memahami betul pengisian yang ada dalam aplikasi SIPBOS. Dengan begitu, kesiapan pemberkasan yang dibutuhkan di sekolah masih selesai,” terangnya, Senin (2/8/2021).

Ia mengatakan, saat ini sebagian kepala sekolah bahkan harus memutar otak untuk menangani kebutuhan yang ada. Apalagi saat ini sedang diterapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Lebih lanjut ia mengatakan, pencairan tahap I dilakukan sejak bulan Januari hingga Maret 2021. Sedangkan tahap II menurutnya bisa dicairkan dari bulan April hingga Agustus. Sementara tahap III di bulan Juli hingga Desember 2021 mendatang.

Selain itu, ia menambahkan bahwa petugas verifikasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan terbatas. Sehingga sekolah dalam mengajukan permintaan verifikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) terbilang cukup lama.

Ia berharap adanya kendala tersebut bisa menjadi perhatian pemerintah. Sehingga dana BOS tahap II bisa segera dicairkan. Menurutnya, sekolah sudah tidak ada biaya operasional selama tiga bulan terakhir.

”Semoga ini bisa segera cair, karena memang sedikit kebingungan dalam menutupi biaya operasional yang dibutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kadisdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini, mengatakan bahwa pihaknya sedang dalam proses mencairkan dana BOS tersebut. Zaini mengaku memahami atas keluhan yang dialami oleh beberapa sekolah. Pihaknya akan berusaha secepat mungkin untuk mengatasi permasalahan tersebut.

”Kami akan berusaha secara maksimal untuk mengatasi masalah itu. Saya paham betul apa yang dirasakan oleh masing-masing sekolah,” pungkasnya. (bai/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *