Ketaatan Bayar PBB Baru 12 Persen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) RENDAH: Penerimaan PBB Kabupaten Sampang masih sangat jauh dari target, Realisasi baru 12 persen.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Memasuki  akhir triwulan kedua,  penerimaan pajak dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Sampang untuk tahun anggaran 2021 masih sangat jauh dari target. Hingga akhir Agustus, Badan Penerimaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), mencatat penerimaan pajak baru mencapai Rp1,2 Miliar dari target sebesar Rp8,2 Miliar.

Capaian tersebut, sebagaimana disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan BPPKAD Sampang Choiriyah  setara dengan 12 persen dari kewajiban yang seharusnya sudah dilunasi oleh wajib pajak.

Bacaan Lainnya

Meski masih jauh dari target, Choiriyah meyakini bahwa nantinya bisa terpenuhi, karena kebiasaan warga Sampang melakukan pelunasan PBB pada medio Oktober- Desember.

Kata dia, hingga kini masih ada sebanyak lima kecamatan dengan pencapaian PBB terendah, di urutan pertama, yakni Kecamatan Banyuates dengan target  Rp848 juta realisasi masih 0,08 persen atau senilai Rp701 ribu rupian. Di urutan kedua Kecamatan Torjun target Rp406 juta, realisasi baru 0,18 persen yakni senilai Rp737 ribu rupiah.

Disusul  Kecamatan Pangarengan target Rp523 juta, realisasi 1,3 persen Rp7,2 juta, Kecamatan Sreseh dengan target Rp559 juta, realisasi sekitar 1,5 persen yakni senilai Rp8,7 juta dan kelima Kecamatan Ketapang terget Rp781 juta terealisasi 2,3 persen Rp18 juta.

“Kami sudah mewanti-wanti Pemdes dan Kecamatan agar segera melunasi sebelum tutup tahun anggaran,” ujar Choiriyah kepada awak media.

Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat mengungkapkan, upaya pemkab dalam mendorong maksimalisasi penerimaan PBB, pihaknya sudah bekerjasama dengan Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang.

“Manakala tetap tidak mau bayar kewajiban pajaknya, terpaksa nanti kami laporkan ke pihak Kejaksaan agar diproses lebih lanjut,” ungkap Mantan AKD Kabupaten Sampang itu.

Lanjut dia, seluruh camat di desak  untuk segera melunasi tanggungan PBBnya dan disetor kepada pemerintah daerah. Dirinya mengaku sudah mengumpulkan para camat. Semua Camat di Sampang sudah ada kesanggupan untuk menyelesaikan kewajiban pelunasan pajak tersebut.

Masih kata Aba Ab (sapaan akrab H. Abdullah Hidayat) itu, hampir setiap tahun PBB dari pihak Kecamatan mengalami keterlambatan, sebab biasanya, pihak pemerintah desa (Pemdes) akan melunasi ketika menjelang akhir tahun. Disisi lain, perusahaan seperti PT. Garam dan lainnya tidak membayar per bulan, namun, langsung melakukan pelunasan pada akhir tahun.

“Semua camat sudah berkomitmen akan melunasi pajak ini, kita evaluasi secara rutin untuk progresnya, mak kami sangat optimis target PBB bisa terpenuhi di akhir tahun ini,” terangnya. (sub/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *