oleh

Ketahuan Bawa Miras ke Sekolah, 3 Siswa SMP Dikeluarkam

Kabarmadura.id/Bangkalan– Menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Pertama (SMP), 3 siswa di SMP Negeri 1 Bangkalan dikeluarkan dari sekolah. Alasannya, 3 siswa tersebut melakukan pelanggaran aturan sekolah yakni membawa dan meminum minuman keras di sekolah.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Jufri Kora membenarkan hal tersebut. Menurutnya, fenomena kenakalan remaja yang dilakukan di sekolah saat hari aktif juga ada kelalaian dari pihak sekolah sendiri. Seharusnya, menurutnya, sekolah harus bisa melakukan pengawasan kepada anak.

“Kalau memang ada siswa SMP yang membawa alkohol dan dibuat untuk minuman bersama. Saya rasa itu sudah pelanggaran berat dan wajar saja kalau sekolah mengeluarkannya,” katanya. Rabu (5/2).

“Sebenarnya kejadian ini kalau dibilang kelalaian pihak sekolah sendiri yang sampai tidak tahu ada siswanya membawa minuman alkohol ini bisa saja. Tapi tidak mutlak pihak sekolah saja yang lalai, kelalaian orang tua juga bisa,” tambahnya.

Atas kejadian tersebut, Jufri menekankan agar pihak sekolah yakni SMP Negeri 1 Bangkalan untuk memperketat pengawasan kepada muridnya. Yakni Jufri meminta agar pihak sekolah melakukan pemeriksaan tas ketika memasuki sekolah.

Meski hal tersebut tidak menjamin kejadian terulang lagi, namun, ia berharap dengan pemeriksaan tas kepada siswa sebelum masuk kelas dapat meminimalisir siswa yang melanggar aturan secara berlebihan. Bahkan, ia menekan perketatan pengawasan ini juga dilakukan oleh semua lembaga sekolah SMP yang ada di Bangkalan.

“Juga melalui kepala sekolah saya menghimbau, jika nanti ada pengumpulan dengan orang tua siswa agar bisa disampaikan tanggung jawab anak bukan hanya di sekolah tapi juga orang tua. Dengan begitu sekolah dan orang tua dapat bekerja sama,” terangnya.

Ditempat terpisah, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Nur Hasan menyayangkan atas tindakan sekolah yang langsung mengeluarkan anak atau mengembalikan anak tersebut pada orang tuanya masing-masing. Meski, sebelumnya sudah ada perjanjian untuk itu, ia berharap sekolah jangan sampai menutup masa depan anak.

“Saya tidak ingin anak itu putus harapannya gara-gara dikeluarkan dari sekolah. Anak seharusnya harus diberikan edukasi terlebih dahulu, BK harus berfungsi di sekolah,” paparnya.

Kalau memang 3 orang siswa ini sudah diberikan edukasi dan BK sudah berjalan. Namun, anak tetap membandel, Nur Hasan mengatakan, akan memaklumi sekolah jika memang harus dikeluarkan. Akan tetapi, ia tetap berharap, seberapa nakalnya anak di sekolah.

Politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini tetap meminta jalan lain selain dikeluarkan dari sekolah. Ia juga berencana akan melakukan pemanggilan dengan pihak sekolah dan Disdik untuk mengklarifikasi masalah ini.

“Besok (hari ini, red) akan kita panggil sekolah dan Disdik. Kita mintai klarifikasi dan solusi yang tepat selain dikeluarkan,” tutupnya.

Perlu diketahui, sebelumnya, 3 orang siswa SMP N 1 Bangkalan dikeluarkan dari sekolah karena membawa dan minum minuman beralkohol di kelas saat jam kosong. Di mana ketiganya mengajak 2 orang teman lainnya untuk melakukan itu. Namun, karena 2 siswa lainnya sebelumnya tidak pernah melakukan pelanggaranmakjkhirnya pihak sekolah masih memberikan kesempatan untuk belajar lagi. Sedangkan ketigany.  (ina/pai)

Komentar

News Feed