oleh

Ketahuan Tidak Ngantor, Legislator Minta Camat Burneh Dicopot

Kabarmadura.id/Bangkalan-Inspeksi mendadak (Sidak) pada Jumat (3/1/2020) di Kecamatan Burneh, Bangkalan berbuntut panjang. Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Mujibburrahman bakal memanggil Inspektorat dan memintanya untuk memberikan sanksi tegas. Jikalau perlu, menurutnya, ada pemecatan pada pegawai yang indisipliner termasuk camatnya.

“Yang jelas sebagai bentuk pertanggungjawaban camat, harus ada sanksi tegas, setidaknya nonjob. Apalagi camatnya, harus ada sanksi tegas,” ujarnya, Minggu (5/1).

Dari hasil sidak yang dilakukannya tersebut, diketahui bahwa semua pegawai, baik staf dan camatnya tidak datang untuk melaksanakan tugasnya. Padahal, Mujib mengatakan, hari libur akhir tahun telah usai. Semestinya, para Aparatur Sipil Negara (ASN) harus melaksanakan tugasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti biasanya.

Bahkan diketahui camat Burneh pun ikut bolos. “Semuanya, tanpa terkecuali, termasuk penjaga dan tukang sapunya. Akan tetapi pintu kantor terbuka, aset pemerintah tanpa dijaga,” jelasnya dengan geram.

Karena tidak ingin main-main dengan posisi jabatan yg telah diamanahkan kepada camat Burneh. Lebih lanjut, lelaki yang kerap disapa Abah Mujib ini menyampaikan, camat tidak boleh main seenaknya saja. Profesionalisme kerja harus ditingkatkan, bukannya malah ditinggalkan bolos berjemaah.

Pihaknya juga ingin ada evaluasi dari Inspektorat dengan pihak Kecamatan Burneh. Sebab, menurutnya, untuk percepatan pembangunan Kabupaten Bangkalan. Jangan sampai ada yang main mata. Bahkan, dirinya juga tidak segan-segan akan mengawal kasus ini.

“Akan memanggil inspektorat secepatnya dan akan mengevaluasi ulang camat Burneh sebagai ketua koordinator camat se-Kabupaten Bangkalan,” terangnya.

Menurut Abah Mujib, sidak itu dilakukan tidak lain untuk menindaklanjuti laporan warga bahwa pegawai di Kecamatan Burneh acap kali molor datang ke kantor, sehingga pelayanan publik menjadi terganggu. Jika kondisi ini berlarut-larut, Abah Mujib khawatir pelayanan di Bangkalan tidak akan berkemajuan. Pasalnya, Camat Burneh yakni Hosin Jamili merupakan koordinator Camat se-Kabupatan Bangkalan.

Melihat langsung kondisi di lapangan, Abah Mujib berjanji akan melakukan sidak-sidak di kantor kecamatan lainnya agar tidak terulang kembali kejadian serupa. Tidak terkecuali dirinya juga memperingatkan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang khususnya mitra komisi A agar tidak sampai membolos pada jam kerja.

“Kemungkinan besar terkait kinerja dan disiplin Pegawai ASN bisa jadi terkoordinasi dan terstruktur. Kita akan bergerak cepat untuk sidak tanpa pengecualian dan tanpa pandang bulu,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bangkalan, Ha’i juga ikut menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh camat dan seluruh pegawainya tersebut. Dirinya juga tak habis pikir bagaimana mungkin Kecamatan Burneh dapat melayani masyarakat dengan baik dan optimal, jika pegawainya tidak disiplin dan meninggalkan kantornya pada saat jam kerja.

“Tidak ada alasan sama sekali mengapa kantor bisa kosong. Pejabat yang baik seharusnya menyiapkan piket dan mengatur pegawainya dengan baik. Saya minta ini harus ditanggapi dengan tegas oleh pihak Inspektorat nanti,” pungkasnya. (ina/pai)

 

 

Komentar

News Feed