oleh

Ketentuan Diubah, Petambak Garam Ancam Protes Keras PT. Garam

KABARMADURA.ID, Sampang Rencana penurunan ketentuan harga beli garam rakyat mendapat respon petambak. Para pengelola lahan pegaraman mengancam akan melakukan aksi protes besar-besaran jika aturan harga penyerapan turun drastis.

Respon petani semakin menggeliat setelah terungkap PT. Garam berupaya menurunkan harga garam. Selama ini, badan usaha milik negara (BUMN) tersebut sudah membahas bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur. Di sisi lain, belum ada bukti telah menyerap garam rakyat.

Informasi yang dirangkum Kabar Madura, sebelumnya sesuai aturan PT. Garam harus membeli harga garam rakyat senilai Rp1.400.000 per ton. Sehingga satu kilogram garam seharga Rp1.400. Namun harga itu akan diturunkan oleh PT. Garam. Alasan membahas mekanisme perubahan harga, karena kondisi harga garam semakin anjlok.

Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM) Moh. Yanto mengungkapkan bahwa kesabaran petambak garam petani sudah di luar ambang batas, sehingga siap melakukan protes.

”Selama ini PT. Garam belum melakukan penyerapan sama sekali. Malah berusaha mengubah ketentuan harga lebih anjlok lagi,” katanya.

Dia mengatakan, jika keluar kebijakan baru dan merugikan petani, maka pihaknya akan bergerak. Sebab selama ini harga garam sudah anjlok. Jika PT. Garam ikut menurunkan harga, maka tidak ada lagi harapan harga garam akan naik. Sebab selama ini PT. Garam diharapkan menyerap garam dengan harga tidak merugikan petambak.

“Kami siap turun jalan lagi ke Jakarta. Dulu ada kebijakan soal impor garam, kami bisa protes ke Jakarta. Hal itu pasti kami lakukan jika harga yang dikeluarkan PT. Garam tidak berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.

Alasan petani tidak setuju dengan kebijakan PT. Garam menurunkan harga, karena dipastikan bukan dilatarbelakangi masa kualitas, melainkan hukum ekonomi yang tidak stabil.

“Kalau PT. Garam semakin menurunkan harga, maka akan terus merusak pasar garam rakyat,” katanya.

Sementara itu, Manager Corporate Communications PT. Garam, Miftahol Arifin mengaku tidak menurunkan harga garam secara drastis. Pihaknya hanya menyesuaikan dengan kondisi harga garam yang menurun. Sehingga perlu adanya regulasi ketentuan harga terbaru.

“Kami hanya menyesuaikan dengan harga saat ini. Khawatir ada kekeliruan dalam penggunaan anggaran maka kami membahasnya dengan BPKP Jatim,” jelasnya. (km54/waw)

Komentar

News Feed