Keterbatasan Kupon Jadi Bahan Evaluasi Disperindag dalam Program Pasar Murah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Razin) TINJAU: Bupati Sumenep A Busyro Karim saat memantau pelaksanaan pasar murah tahun kemarin.

Kabarmaduras.id/Sumenep-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep mengakui, banyak hal yang harus dievaluasi dalam program pasar murah, salah satunya keterbatasan kupon.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Disperindag Sumenep Agus Dwi Saputra. Ia menyampaikan, meskipun marak dengan ancaman wabah Covid-19, untuk pelaksanaan pasar murah tetap dilaksanakan di setiap kecamatan.

Bacaan Lainnya

“Kalau kekurangan pasti ada, namanya juga kegiatan pasti harus dievaluasi. Tetapi memang untuk yang saat ini terbilang lancar pelaksanaannya dan sudah dilaksanakan di kecamatan-kecamatan,” katanya, kemarin.

Karena memang program tersebut melibatkan masyarakat banyak, maka yang harus dibenahi juga banyak, salah satunya ketersediaan atau stok kupon yang bisa ditukar dengan pembelian kebutuhan sembako terutama pada masa Ramadan ini.

Ada beberapa paket sembako yang disediakan dalam pasar murah, mulai dari paket beras, minyak, dan bahan-bahan yang lainnya. Tercatat ada 1.000 paket sembako yang disediakan pemerintah dalam program pasar murah di setiap kecamatan.Memang masih banyak masyarakat yang secara khusus bisa menebus semua paket, ada yang hanya mampu menebus atau membeli beras saja.

Adapun jumlah potongan, menurut Agus, mencapai 25 persen dari harga pasar

“Meskipun tidak gratis, setidaknya masih disubsidi, dari 58 ribu bisa dibeli hingga 40 ribuan saja,” imbuhnya. (ara/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *