Ketersediaan Darah PK di UTD PMI Bangkalan Terbatas 

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) MINIM:Ketersediaan darah plasma konvalesen (PK) di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Bangkalan belum memenuhi kebutuhan. 

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Kebutuhan plasma konvalesen (PK), tidak sebanding dengan ketersediaannya. Bahkan, Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Bangkalan, belum bisa menyediakan secara mandiri darah jenis PK tersebut. Terlebih, antusias mantan pasien Covid-19 sangat minim, Senin (5/7/2021).

Sehingga, pengambilan sampling darah untuk menyediakan darah PK hanya 15 orang. Sebab, hanya ada 15 orang pendonor yang bersedia. Padahal, pasien Covid-19 mencapai 3.737 pasien terkonfirmasi. Sedangkan yang sudah sembuh mencapai 2.454 orang. Sisanya, 1.283 orang belum sembuh.

“Mencari pendonor berjenis darah PK bagi pasien Covid-19 di wilayah lain juga kesulitan. Karena rumah sakit membutuhkan. Jadi kami sulit mencari darah PK ini, kadang sehari cuma memperoleh 1 kantong darah PK,” ujar Kepala UTD PMI Bangkalan Achmad Aziz.

Pihaknya menjelaskan, donor darah PK berbeda dengan pengambilan darah pada umumnya. Selain memerlukan alat apheresis pendonor juga dari mantan pasien Covid-19. Bahkan, perlu skrining melalui sampling apakah bisa digunakan plasmanya atau tidak. “Jadi yang diambil bukan darahnya begitu saja, nanti ke 15 orang ini kami ambil dulu darahnya untuk sampling diperiksa di Surabaya,” jelasnya.

Jika bisa, maka dilanjutkan dengan pengambilan darah PK-nya. Sedangkan, hasil sampling paling cepat keluar dua hari mendatang. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk memenuhi stok ketersediaan darah PK secara mandiri. Salah satunya, dengan mencari relawan donor dan bekerjasama dengan pihak Polres Bangkalan. Agar, anggota polisi mantan pasien Covid-19 bisa melakukan donor PK.

“Tapi, lagi-lagi harus terkendala adanya anggota kepolisian yang baru saja divaksin. Sehingga, mau tidak mau kami harus menunggu terlebih dahulu. Kalau pendonor tidak ada, makanya tidak bisa melakukan pengadaan PK mandiri. Sejauh ini, kami hanya sebagai perantara bagi keluarga pasien yang membutuhkan darah PK,” tegasnya.

Ditegaskan, satu pendonor bisa diambil darah PK-nya mulai dari 150 hingga 200 cc untuk satu kantong. Bahkan, terpaksa mengirim pesan terhadap pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, agar bisa mendonorkan darahnya jika sudah sembuh. “Terutama yang opname, jika sudah sembuh selama 14 hari dan tanpa gejala lanjutan mohon untuk daftar ke PMI Bangkalan. Karena kami sangat membutuhkan,” tegasnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *